Beri Kemudahan Petani, Gapoktan jadi Titik Serah Pupuk Subsidi
JAKARTA, investor.id -Pemerintah saat ini memberikan kesempatan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) menjadi penyalur atau titik serah pupuk bersubsidi, sehingga memberikan kemudahan petani dalam mengakses sarana produksi penyubur tanaman tersebut. Kebijakan tersebut telah ditetapkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 6 Tahun 2025 mengenai Tata Kelola Pupuk Bersubsidi yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 15 Tahun 2025.
Direktur Pupuk Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian, Jekvy Hendra mengatakan, penempatan Gapoktan sebagai titik serah dimaksudkan untuk mempercepat dan memastikan ketepatan distribusi. Dengan membuka kesempatan Gapoktan sebagai penyalur pupuk bersubsidi, pemerintah berharap petani bisa lebih dekat dan mudah mendapatkan pupuk subsidi.
Dalam Perpres No. 6 Tahun 2025, pemerintah telah menambah target sasaran yang semula 6 T menjadi 7 Tepat (waktu, jumlah, tempat, harga, jenis, mutu, dan penerima). "Jadi keberadaan Gapoktan sebagai titik serah merupakan bagian dari strategi percepatan dan ketepatan penyaluran pupuk subsidi kepada petani," ujarnya saat Sosialisasi Gapoktan sebagai Titik Serah Pupuk di Jakarta, Selasa (22/7).
Namun demikian, Jekvy menegaskan, kehadiran Gapoktan tidak serta-merta menggantikan peran pengecer, kios, maupun koperasi yang telah lebih dulu berperan sebagai penyalur pupuk bersubsidi. Namun mekanisme baru ini bertujuan memperluas akses dan menjangkau lebih banyak wilayah.
“Tidak semua daerah diwajibkan membentuk Gapoktan sebagai titik serah. Utamanya adalah bagaimana kecukupan dan kesiapan mulai dari sumber daya manusia, permodalan, hingga luasan lahan dan sarana penunjang,” tuturnya.
Kementerian Pertanian mencatat hingga pertengahan 2025, telah ada 290 Gapoktan, 29 Poktan, dan 406 koperasi yang aktif menyalurkan pupuk subsidi. Saat ini Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian juga telah mengusulkan tambahan 452 Gapoktan yang tersebar di 17 provinsi sebagai titik serah pupuk bersubsidi.
Sinergi dengan Kopdes Merah Putih
Dalam praktiknya, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian juga akan mensinergikan keberadaan Gapoktan dengan Koperasi Desa Merah Putih yang telah dibentuk di 80 ribu titik seluruh Indonesia. Bahkan di sejumlah lokasi, pengelola Gapoktan dan Kopdes Merah Putih adalah orang yang sama.
“Strategi ini bukan tanpa alasan dengan menggabungkan sumber daya dan lokasi yang berdekatan, distribusi bisa lebih efektif tanpa menimbulkan tumpang tindih peran,” katanya.
Ketua Kelompok Kelembagaan dan Pemberdayaan Petani, Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Acep Hariri mengatakan, meski nanti Gapoktan bertranformasi menjadi sebuah kelembagaan ekonomi petani dan menjadi titik serah pupuk bersubsidi, bukan berarti sepenuhnya menggantikan peran kios resmi yang sudah ada.
Gapoktan hanya melengkapi keterbatasan yang selama ini dirasakan di lapangan, khususnya dalam penyaluran pupuk subsidi ke petani. “Kios pengecer tetap eksis. Tidak ada penghapusan. Yang kami lakukan adalah memperluas titik serah distribusi pupuk subsidi dengan menambahkan aktor-aktor seperti Gapoktan, koperasi, dan Pokdakan,” katanya.
Bahkan dengan hadirnya, Koperasi Desa Merah Putih, diharapkan Gapoktan menjadi bagian unit bisnis koperasi, khususnya yang menangani bidang pertanian. "Saat ini kami memperkuat Gapoktan agar bisa berkolaborasi dengan Koperasi Desa Merah Putih. Bahkan kami ikut mengawal bagaimana anggota Gapoktan menjadi anggota Koperasi,” kata Acep Hariri.
Sementara itu, SPV Penjualan dan Pelayanan Pelanggan PT Pupuk Indonesia, Deni Dwiguna Sulaeman mengatakan, untuk mendukung tata kelola pupuk subsidi sesuai regulasi terbaru, Pupuk Indonesia membuka kesempatan luas bagi koperasi, dan Gapoktan untuk berperan aktif sebagai kios atau penyalur pupuk bersubsidi. Dalam dua tahun terakhir, Pupuk Indonesia terus mendorong penambahan titik serah baru agar petani semakin mudah mengakses pupuk bersubsidi.
Berdasarkan data yang dihimpun hingga Juli 2025, jumlah pengecer atau kios meningkat dari 26.164 pada 2023 menjadi 27.319 di 2025, termasuk tambahan dari Gapoktan yang siap ditetapkan sebagai titik serah. ”Kami sudah mendapatkan usulan titik serah pupuk bersubsidi dari Pusat Penyuluh Pertanian,” ujarnya.
Deni menegaskan, pihaknya terus berkomitmen memastikan penyaluran pupuk bersubsidi berjalan optimal sesuai dengan amanat pemerintah. Hingga 21 Juli 2025, penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai 4,19 juta ton atau 43,9% dari total alokasi berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian. ”Capaian ini dinilai lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, namun angka tersebut masih di bawah 50%,” katanya.
Secara nasional, Deni mengungkapkan, ketersediaan stok pupuk berada dalam kondisi aman. Saat ini stok urea mencapai 618.270 ton dan NPK sebanyak 630.380 ton. Jumlah tersebut, cukup untuk memenuhi kebutuhan dua bulan ke depan. Produksi juga terus dilakukan oleh anak perusahaan Pupuk Indonesia demi menjaga ketersediaan pasokan.
Editor: Euis Rita Hartati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






