Jumat, 15 Mei 2026

Stok Beras Bulog 3,9 Juta Ton

Penulis : Muhammad Farhan
13 Aug 2025 | 18:21 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (tengah) dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) di kantor Kemenko Pangan, Rabu (13/8/2025).  (B-Universe Photo/Muhammad Farhan)
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (tengah) dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) di kantor Kemenko Pangan, Rabu (13/8/2025). (B-Universe Photo/Muhammad Farhan)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah memastikan stok cadangan beras pemerintah (CBP) masih dalam kondisi aman. Pemerintah juga menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir karena pasokan beras masih lebih dari cukup atas kebutuhan nasional.

Demikian disampaikan oleh Menteri Koordinator bidang Pangan, Zulkifli Hasan selepas rapat koordinasi terbatas (rakortas) di kantor Kemenko Pangan, Rabu (13/8/2025). Turut hadir dalam rakortas yaitu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi, dan Direktur Utama Perum Bulog Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani.

“Kami pastikan tadi stok beras aman. Pak Dirut Bulog melaporkan masih ada 3,9 juta ton stok beras, ya. Jadi masyarakat, publik tidak usah khawatir,” jelas Zulhas dalam jumpa pers selepas Rakortas.

Selain itu, Zulhas juga menegaskan pemerintah meminta Perum Bulog segera melaksanakan operasi pasar guna mengintervensi ketersediaan beras di pasaran. Intervensi ketersediaan beras ini melalui penyediaan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di masyarakat.

ADVERTISEMENT

“Sudah diputuskan kan 1,3 juta ton. Memang bertahap ya, sekarang sudah bisa 2.500 ton per hari. Kalau 2.500 masih sedikit ya, masih sedikit. Ini dilakukan sampai kita menunggu gaduh panen (panen kedua atau susulan),” terang Zulhas.

Sebelumnya, Pemerintah optimistis penyaluran beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) makin diminati masyarakat. Dengan harga hanya Rp 12.500 per kilogram dan kualitas lebih baik dibandingkan beras premium, beras SPHP diprediksi akan menjadi pilihan utama masyarakat.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, operasi pasar yang mulai berjalan sejak 18 Juli 2025 berdampak positif terhadap ketersediaan dan keterjangkauan beras.

“Sudah pasti berdampak karena harganya hanya Rp 12.500 dan kualitasnya bagus, broken-nya hanya 5%, ada juga yang 10%, tetapi tetap Rp12.500,” ujarnya di kantor Kementerian Pertanian, Kamis (7/8/2025).

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia