Jumat, 15 Mei 2026

Mau Bangun PLTS 100 GW, Menteri Bahlil Temui Produsen Solar PV di China

Penulis : Bambang Ismoyo
14 Aug 2025 | 14:59 WIB
BAGIKAN
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (kanan) melakukan pertemuan dengan petinggi perusahaan produsen Solar Photo Voltaik (PV) di China. (Sumber: Dok. Kementerian ESDM)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (kanan) melakukan pertemuan dengan petinggi perusahaan produsen Solar Photo Voltaik (PV) di China. (Sumber: Dok. Kementerian ESDM)

JAKARTA, investor.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan kerja ke China untuk menjajaki kerja sama pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 GW. Dalam kunjungannya, Bahlil bertemu dengan petinggi perusahaan produsen solar fotovoltaik (PV), Trina Solar, guna membahas pengembangan ekosistem energi surya di Indonesia.

Bahlil menjelaskan bahwa pertemuan ini bertujuan memperluas kerja sama dalam pengembangan rantai pasok dan ekosistem energi surya di tanah ari. Ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan ketahanan energi di tengah melimpahnya potensi energi surya Indonesia yang mencapai 3.294 gigawatt peak (Gwp).

“Perlu dilakukan penjajakan kerja sama dengan perusahaan produsen Solar PV agar potensi energi surya yang besar ini dapat dioptimalkan,” ujar Bahlil dalam keterangannya, Kamis (14/8/2025).

Meski potensi energi surya di Indonesia sangat besar, hingga akhir 2024 pemanfaatannya baru mencapai 912 megawatt (MW). Menurut Bahlil, dengan mengoptimalisasi potensi ini, maka Indonesia akan menjadi pemimpin transisi energi di tingkat regional dan global.

ADVERTISEMENT

Salah satu fokus utama pembicaraan adalah penguatan kerja sama dengan PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI), perusahaan patungan Trina Solar dan mitra lokal yang beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah.

TMAI didirikan pada 2023 sebagai pabrik terintegrasi tier-1 pertama di Indonesia untuk produksi sel dan modul surya, dengan kapasitas awal 1 GWp per tahun. Perusahaan ini berencana memperluas kapasitas hingga 3 GW dalam beberapa tahun mendatang dengan teknologi i-TOPCon N-type yang memiliki efisiensi tinggi.

Bahlil berharap kehadiran TMAI dapat mengurangi ketergantungan impor komponen industri energi dan mempercepat hilirisasi industri. Kerja sama ini juga sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk membangun PLTS 100 GW, termasuk inisiatif PLTS desa melalui skema Koperasi Desa.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia