Jumat, 15 Mei 2026

Pahlawan Pangan untuk Jaga Ekosistem Pertanian

Penulis : Euis Rita Hartati
19 Aug 2025 | 10:59 WIB
BAGIKAN
Ajang  Svarna Bhumi Award 2025,
Ajang Svarna Bhumi Award 2025,

JAKARTA, investor.id – Sebuah bangsa tidak mungkin bisa mandiri, tanpa swasembada pangan. Namun, ketahanan pangan tidak sekadar menyediakan pupuk kepada sektor pertanian, tetapi juga menjaga ekosistem pertanian dan pangan secara keseluruhan dengan dukungan kehadiran para pahlawan-pahlawan pangan.

Demikian dikemukakan Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi saat Svarna Bhumi Award 2025, ajang penghargaan bagi para pahlawan pangan yang telah berkontribusi nyata untuk sektor pertanian nasional. Program tahunan ini memberikan apresiasi kepada para pejuang pangan, baik petani maupun pegiat pangan lainnya yang telah memberikan dampak positif pada ketahanan pangan nasional dan masyarakat.

“Yang kita berikan penghargaan ini merupakan bagian penting dari ekosistem, di mana mereka konsisten berinovasi secara gigih dan tanpa pamrih yang tidak hanya memikirkan untuk diri sendiri, tapi juga untuk masyarakat luas,” ujarnya.

Rahmad Pribadi mengungkapkan bahwa tema besar Svarna Bhumi Award 2025 adalah Swasembada Pangan Menuju Kemandirian Bangsa. Dia juga menyebutkan bahwa hadirnya Svarna Bhumi Award 2025 menjadi wujud komitmen Pupuk Indonesia untuk memastikan ekosistem pangan terjaga dengan baik.

ADVERTISEMENT

Svarna Bhumi Award 2025 hadir sebagai respons atas tantangan transformasi sektor pertanian di era modern. Di tengah upaya masif pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, sektor pertanian nasional masih dihadapkan beberapa tantangan, seperti perlambatan regenerasi petani hingga belum optimalnya adopsi teknologi. Melalui ajang apresiasi seperti Svarna Bhumi Award 2025, Pupuk Indonesia berharap makin banyak terobosan yang lahir, sehingga dapat memperkuat produktivitas pertanian dan mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.

“Kita ingin mengangkat cerita-cerita pahlawan-pahlawan pangan yang sudah bekerja dengan tulus. Mereka kita angkat, supaya bisa memberikan inspirasi. Dengan demikian, regenerasi pertanian dan inovasi pertanian dapat terjadi, serta adopsi teknologi dapat tercapai. Selain itu, penghargaan pada pangan lokal juga semakin meningkat,” imbuh Rahmad.

Andy F. Noya, salah satu juri Svarna Bhumi 2025 mengungkapkan bahwa banyak sosok hebat di sekitar kita yang bekerja tanpa sorotan publik, tetapi karya-karya mereka memberikan kontribusi yang luar biasa bagi masyarakat luas. Andy juga menyoroti bahwa mayoritas penerima penghargaan tahun ini berasal dari kalangan anak muda.

“Menarik bahwa tahun ini anak-anak muda lebih dominan mendapatkan penghargaan. Jadi dari semua yang terpilih oleh para juri, relatif merupakan anak-anak muda. Hal ini membuat semangat kita semakin berkobar bahwa ada regenerasi di sektor pertanian,” ujarnya.

Juri Svarna Bhumi lainnya, Prilly Latuconsina yang juga aktivis sosial dan lingkungan & Expert Panel Yayasan BUMN mengungkapkan kekaguman dengan inovasi yang dihasilkan oleh para penerima penghargaan. Dia mengaku terinspirasi karena banyak di antaranya adalah anak muda dengan ide kreatif di bidang pertanian.

“Perkembangan petani-petani muda itu luar biasa, ternyata sudah sangat banyak hal-hal yang mereka hasilkan dan  banyak program-program yang mendukung petani muda tersebut,” imbuhnya. Sebagai informasi, Svarna Bhumi Award tahun ini merupakan penyelenggaraan ketiga sejak pertama kali dilaksanakan pada 2023. Program ini diselenggarakan atas kerja sama antara Pupuk Indonesia dengan Yayasan Benih Baik. Sosok yang akan menerima penghargaan merupakan individu dengan beragam latar belakang yang telah menjalankan inovasi dan memberikan dampak yang signifikan secara sosial, ekonomi, dan lingkungan terhadap sektor pertanian nasional.

Proses seleksi dilakukan secara ketat dan kolaboratif oleh dewan juri lintas bidang, antara lain Rahmad Pribadi (Direktur Utama Pupuk Indonesia), Rhenald Kasali (Akademisi dan penggiat Rumah Perubahan), Andy F. Noya (Pendiri Yayasan Benih Baik), Prilly Latuconsina (Aktivis sosial dan lingkungan, Expert Panel Yayasan BUMN), serta Tri Mumpuni (Penggiat sosial dan lingkungan).

Editor: Euis Rita Hartati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 57 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 59 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia