Bapanas Minta Tambah Anggaran Rp 22,53 T Untuk SPHP dan Bantuan Pangan di 2026
JAKARTA, investor.id - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengusulkan penambahan anggaran sebesar Rp 22,53 triliun untuk tahun 2026 mendatang. Sebelumnya, dalam rancangan untuk pagu 2026 anggaran Bapanas diajukan sebesar Rp 233,2 miliar.
Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi menjelaskan bahwa penambahan anggaran ini ditujukan mendukung kelancaran prioritas nasional dan pelaksanaan implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2025 mengenai pengadaan dan pengelolaan gabah/beras dalam negeri serta penyaluran cadangan beras pemerintah.
"Kami mengusulkan penambahan anggaran sebesar Rp 22,53 triliun pada program pemantapan, ketersediaan dan stabilisasi pasokan dan harga pangan," ungkap Arief dalam paparan di rapat kerja Komisi IV DPR RI, dikutip Kamis (4/9/2025).
Arief lebih lanjut mengatakan, anggaran tersebut difokuskan pada penyaluran beras SPHP, bantuan pangan beras dan bantuan bencana alam.
"Dengan demikian total kebutuhan anggaran tahun 2026 menjadi Rp 22,76 triliun, yang terdiri atas Rp 233,29 miliar SBPA (Surat Bersama Pagu Anggaran) serta Rp 22,53 triliun sebagai usulan tambahan," terangnya. Selain itu, anggaran dekonsentrasi akan dialokasikan sebesar 10,28 persen dari anggaran reguler Bapanas.
Selain itu, Arief juga mengungkap realisasi anggaran 2025 sebesar Rp 9,1 triliun, yang sebagian besar digunakan untuk penyaluran cadangan pangan pemerintah (CPP) senilai Rp 8,92 triliun. Sampai Akhir Agustus kemarin, total realisasi anggaran disebut Bapanas, berhasil merealisasikan bantuan pangan beras nasional sebanyak 361 ribu ton.
Adapun anggaran tahun 2025 sebesar Rp 9,1 triliun digunakan untuk sejumlah program. Selain rancangan anggaran untuk penyaluran CPP, total anggaran sebesar Rp 178,69 miliar dialokasikan untuk program atau kegiatan reguler.
"Total realisasi sampai dengan 28 Agustus 2025 untuk program reguler sebesar Rp 96,46 miliar atau 53,98%. Sementara realisasi anggaran untuk penyaluran CPP, Rp 2,39 triliun atau sekitar 26,89%," papar Arief dalam kesempatan yang sama.
Arief menambahkan, realisasi fisik bantuan pangan beras telah mencapai 361 ribu ton atau 98,79% atau setara Rp 4,91 triliun. "Sehingga dengan adanya penambahan anggaran tersebut, realisasi diproyeksikan menjadi 81,96% dari Rp 9,1 triliun," jelas dia.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






