Sabtu, 4 April 2026

Bahlil Ungkap Strategi Tekan Impor BBM

Penulis : Irfandi Ahmad Nasir
16 Feb 2026 | 09:22 WIB
BAGIKAN
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menghadiri Sidang Dewan Pleno Hipmi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (15/2/2026). (B-Universe/Irfandi Ahmad Nasir)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menghadiri Sidang Dewan Pleno Hipmi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (15/2/2026). (B-Universe/Irfandi Ahmad Nasir)

JAKARTA, investor.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan strategi pemerintah untuk menekan impor bahan bakar minyak (BBM) sekaligus memperkuat peran pelaku usaha daerah dalam pengelolaan sumber daya alam. 

Paparan tersebut disampaikan saat menghadiri Sidang Dewan Pleno Hipmi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (15/2/2026).

Bahlil menjelaskan, konsumsi bensin nasional pada periode 2026–2027 diproyeksikan mencapai sekitar 40 juta kiloliter per tahun. Sementara itu, kapasitas produksi dalam negeri baru berada di kisaran 14,5 juta kiloliter, sehingga Indonesia masih harus mengimpor sekitar 25–26 juta kiloliter BBM.

Advertisement

Untuk mengurangi ketergantungan impor, pemerintah mengandalkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang bertujuan meningkatkan kapasitas kilang Pertamina. Dengan beroperasinya RDMP tersebut, pemerintah memperkirakan penghematan impor bisa mencapai sekitar 5 juta kiloliter per tahun.

"Di Kalimantan kemarin, itu bisa menghemat lima juta. Berarti dua puluh lima kurang lima berarti kurang lebih sekitar tinggal dua puluh juta kiloliter impor kita," ujarnya.

Selain itu, pemerintah akan menerapkan kebijakan mandatory pencampuran bioenergi, yakni E10 dan E20. Menurut Bahlil, kebijakan ini diyakini mampu memangkas kebutuhan impor hingga 9 juta kiloliter. Dengan demikian, impor BBM nasional dapat ditekan menjadi sekitar 11 juta kiloliter.

“Dengan mandatory E10 dan E20, impor bisa dikurangi sekitar sembilan juta kiloliter. Jadi impor kita tinggal sekitar sebelas juta kiloliter,” tuturnya.

Ia juga menargetkan pada 2027 Indonesia sudah mampu memproduksi sendiri sejumlah jenis BBM strategis, seperti bensin RON 92, RON 95, dan RON 98, serta avtur dan solar tertentu. Sehingga ke depan, impor akan lebih difokuskan pada crude oil dengan volume yang lebih terbatas.

"Inilah kemudian strategi kita agar tidak ada lagi persoalan-persoalan impor diperiksa oleh aparat penegak hukum," tandasnya.

Bahlil Soroti Perubahan Kebijakan IUP

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 22 menit yang lalu

Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korsel

Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu, Indonesia masih menjadi daya tarik bagi para investor dari Jepang maupun Korsel.
Finance 47 menit yang lalu

Bank Mantap Dukung Taspen Tingkatkan Kualitas Hunian Masyarakat

PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) mendukung langkah PT Taspen (Persero) dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Business 59 menit yang lalu

PLN Icon Plus Cegah Stunting melalui Kolaborasi Posyandu di Srondol Wetan

PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) cegah stunting.
Lifestyle 1 jam yang lalu

Vaksinasi Wajib yang Harus Dilengkapi Calon Jamaah Haji

Berdasarkan regulasi terbaru penyelenggaraan haji 2026 dari Kementerian Kesehatan, terdapat vaksin yang wajib dipenuhi oleh calon jamaah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Sabtu 4 April 2026, Cek Rinciannya

Berikut adalah daftar harga emas perhiasan dalam berbagai kadar karat pada Sabtu, 4 April 2026
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: BBCA Diborong Asing hingga Harga Emas Antam (ANTM) Runtuh

Berita populer dalam 24 jam terakhir, mulai dari BBCA diborong asing hingga harga emas Antam (ANTM) runtuh

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia