Sabtu, 4 April 2026

RI Wajib Impor 1.000 Ton Beras AS per Tahun

Penulis : Prisma Ardianto
22 Feb 2026 | 21:23 WIB
BAGIKAN
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perjanjian perdagangan bersejarah di Washington, D.C., Amerika Serikat, pada Kamis (19/2/2026). (Foto: BPMI Setpres/White House)
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perjanjian perdagangan bersejarah di Washington, D.C., Amerika Serikat, pada Kamis (19/2/2026). (Foto: BPMI Setpres/White House)

JAKARTA, investor.id – Indonesia berkomitmen mengimpor bahan pangan dari Amerika Serikat (AS) senilai US$ 4,5 miliar sebagai bagian dari Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (Agreement on Reciprocal Trade/ART). Salah satu poin dalam dokumen tersebut adalah kewajiban Indonesia untuk memastikan impor beras asal AS mencapai lebih dari 1.000 metrik ton per tahun.

Kebijakan ini memicu sorotan publik karena dilakukan saat Indonesia mengklaim telah mencapai swasembada. Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional (NPN) 2026, Indonesia diperkirakan mengalami surplus beras hingga 16,11 juta ton.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menjelaskan bahwa impor beras dari AS difokuskan pada klasifikasi khusus dan realisasinya akan tetap bergantung pada permintaan pasar dalam negeri. Ia menekankan bahwa volume tersebut sangat kecil jika dibandingkan dengan skala produksi nasional.

“Komitmen impor beras AS hanya sebesar 1.000 ton tidak signifikan atau hanya sekitar 0,00003% dari total produksi beras nasional yang mencapai 34,69 juta ton tahun 2025,” ungkap Haryo dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026).

Advertisement

Haryo menambahkan, kemudahan perizinan impor terhadap produk-produk pertanian AS diharapkan dapat membantu pelaku bisnis domestik memperoleh bahan baku secara lebih efisien dan menjaga kelancaran produksi, yang pada akhirnya mendukung ketahanan pangan nasional. Selain beras, komoditas lain yang mencakup perjanjian ini adalah gandum, kedelai, kapas, jagung, hingga buah-buahan segar.

Perjanjian dagang RI-AS juga memuat klausul bahwa dalam hal volume impor tahunan komoditas pertanian asal AS tidak memenuhi jumlah yang ditetapkan, dan AS menentukan bahwa tidak ada hambatan perdagangan yang diberlakukan oleh Indonesia yang telah membatasi atau mencegah impor komoditas pertanian tersebut, maka AS tidak akan menganggap Indonesia melanggar komitmennya.

Sebagai imbal balik atas pembukaan keran impor tersebut, Amerika Serikat memberikan fasilitas tarif 0% bagi 172 komoditas pangan Indonesia (berdasarkan HS Code). Fasilitas ini mencakup produk unggulan seperti buah tropis (pisang, nanas, mangga, durian), kopi, teh, serta aneka rempah-rempah.

Selain itu, produk strategis seperti minyak sawit (CPO), palm kernel oil, kakao, olahan singkong dan sagu, hingga pupuk mineral berbasis kalium juga masuk dalam daftar bebas tarif masuk ke pasar Negeri Paman Sam tersebut.

Kesepakatan ini diharapkan dapat memperluas akses pasar produk agrikultur Indonesia ke AS secara signifikan, meskipun pemerintah Indonesia harus memberikan konsesi impor pada sejumlah komoditas pangan tertentu.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 32 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 43 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 52 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 1 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 2 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia