Prabowo akan Impor Induk Ayam AS Senilai Rp 500.000 per Ekor
JAKARTA, investor.id – Indonesia berencana mengimpor sebanyak 580 ribu ekor induk ayam atau Grand Parent Stock (GPS) dari Amerika Serikat (AS). Kebijakan ini merupakan implementasi dari Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (Agreement on Reciprocal Trade/ART) yang disepakati Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump di Washington DC, Kamis (19/2/2026).
Nilai impor untuk ratusan ribu ekor unggas hidup tersebut diestimasi mencapai US$ 17 juta hingga US$ 20 juta, atau setara Rp 285 miliar hingga Rp 336 miliar (kurs Rp 16.800 per dolar AS). Dengan demikian, harga per ekor induk ayam diperkirakan berada di kisaran Rp 492.413 hingga Rp 579.310.
Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menegaskan bahwa langkah ini diambil karena kebutuhan mendesak para peternak lokal akan sumber genetik unggul yang saat ini belum tersedia di dalam negeri.
“GPS (induk ayam) sangat dibutuhkan peternak ayam dalam negeri sebagai sumber genetik utama dan belum ada fasilitas pembibitan GPS di Indonesia,” tegas Haryo dalam keterangan resmi, Minggu (22/2/2026).
Selain induk ayam, dokumen ART juga mengatur pembukaan akses pasar untuk berbagai produk hewan asal AS lainnya. Indonesia berkomitmen menyelesaikan proses akses pasar dalam waktu enam bulan ke depan untuk impor ternak sapi betina pembibitan, sapi penggemukan, babi, kuda, domba, kambing, hingga materi genetika masing-masing hewan tersebut.
Terkait kekhawatiran banjirnya produk ayam potong di pasar domestik, Haryo menjelaskan bahwa impor bagian-bagian ayam seperti paha, dada, dan kaki, dan paha atas, selama ini diperbolehkan asalkan memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan pangan yang ketat.
Indonesia juga rutin mengimpor mechanically deboned meat (MDM) sebanyak 120.000 hingga 150.000 ton per tahun sebagai bahan baku industri makanan olahan seperti sosis dan nugget.
Haryo memastikan bahwa pembukaan keran impor melalui perjanjian ART ini tidak akan merugikan eksistensi peternak lokal. Pemerintah tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga dan keseimbangan pasokan di tingkat nasional.
“Pemerintah tetap memprioritaskan perlindungan peternak dalam negeri serta menjaga keseimbangan pasokan dan harga ayam nasional. Tidak ada kebijakan yang mengorbankan industri domestik,” tandas Haryo.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Dorong Elektrifikasi untuk Perkuat Kemandirian Energi di Tengah Gejolak Global
Percepatan elektrifikasi di sektor transportasi dan rumah tangga bertujuan memperkuat kemandirian energi nasional.Jadi Destinasi Favorit Libur Paskah, 30 Ribu Pengunjung Padati Kawasan Ancol
Kawasan Ancol jadi destinasi favorit masyarakat untuk mengisi libur panjang akhir pekan. Diperkirakan ada 30 ribu pengunjung datang hari iniWOM Finance (WOMF) Tebar Dividen 30% dari Laba, Ini Jadwalnya
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk atau WOM Finance (WOMF) berencana menebar dividen tunai 30% dari laba tahun 2025.Cara Daikin Dongkrak Kepercayaan Konsumen
Saat ini AC tidak hanya sekadar pemberi kesejukan, melainkan juga menjadi pendukung bagi produktivitas.Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang
Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.Tag Terpopuler
Terpopuler






