Sabtu, 4 April 2026

Prabowo akan Impor Induk Ayam AS Senilai Rp 500.000 per Ekor

Penulis : Prisma Ardianto
22 Feb 2026 | 22:09 WIB
BAGIKAN
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perjanjian perdagangan bersejarah di Washington, D.C., Amerika Serikat, pada Kamis (19/2/2026). (Foto: BPMI Setpres/White House)
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perjanjian perdagangan bersejarah di Washington, D.C., Amerika Serikat, pada Kamis (19/2/2026). (Foto: BPMI Setpres/White House)

JAKARTA, investor.id – Indonesia berencana mengimpor sebanyak 580 ribu ekor induk ayam atau Grand Parent Stock (GPS) dari Amerika Serikat (AS). Kebijakan ini merupakan implementasi dari Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (Agreement on Reciprocal Trade/ART) yang disepakati Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump di Washington DC, Kamis (19/2/2026).

Nilai impor untuk ratusan ribu ekor unggas hidup tersebut diestimasi mencapai US$ 17 juta hingga US$ 20 juta, atau setara Rp 285 miliar hingga Rp 336 miliar (kurs Rp 16.800 per dolar AS). Dengan demikian, harga per ekor induk ayam diperkirakan berada di kisaran Rp 492.413 hingga Rp 579.310.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menegaskan bahwa langkah ini diambil karena kebutuhan mendesak para peternak lokal akan sumber genetik unggul yang saat ini belum tersedia di dalam negeri.

“GPS (induk ayam) sangat dibutuhkan peternak ayam dalam negeri sebagai sumber genetik utama dan belum ada fasilitas pembibitan GPS di Indonesia,” tegas Haryo dalam keterangan resmi, Minggu (22/2/2026).

Advertisement

Selain induk ayam, dokumen ART juga mengatur pembukaan akses pasar untuk berbagai produk hewan asal AS lainnya. Indonesia berkomitmen menyelesaikan proses akses pasar dalam waktu enam bulan ke depan untuk impor ternak sapi betina pembibitan, sapi penggemukan, babi, kuda, domba, kambing, hingga materi genetika masing-masing hewan tersebut.

Terkait kekhawatiran banjirnya produk ayam potong di pasar domestik, Haryo menjelaskan bahwa impor bagian-bagian ayam seperti paha, dada, dan kaki, dan paha atas, selama ini diperbolehkan asalkan memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan pangan yang ketat.

Indonesia juga rutin mengimpor mechanically deboned meat (MDM) sebanyak 120.000 hingga 150.000 ton per tahun sebagai bahan baku industri makanan olahan seperti sosis dan nugget.

Haryo memastikan bahwa pembukaan keran impor melalui perjanjian ART ini tidak akan merugikan eksistensi peternak lokal. Pemerintah tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga dan keseimbangan pasokan di tingkat nasional.

“Pemerintah tetap memprioritaskan perlindungan peternak dalam negeri serta menjaga keseimbangan pasokan dan harga ayam nasional. Tidak ada kebijakan yang mengorbankan industri domestik,” tandas Haryo.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 4 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 34 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 45 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 54 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 2 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia