Minggu, 21 Juni 2026

Perum Bulog Gandeng TNI-Polri Percepat Serap Gabah Petani 

Penulis : Rahmad Nur
10 Mar 2026 | 23:50 WIB
BAGIKAN
Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Mayjen TNI (Purn) Dr. Marga Taufiq saat rapat koordinasi percepatan penyerapan gabah petani dan stabilitas harga pangan yang digelar Bulog bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Tengah.
Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Mayjen TNI (Purn) Dr. Marga Taufiq saat rapat koordinasi percepatan penyerapan gabah petani dan stabilitas harga pangan yang digelar Bulog bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Tengah.

DONGGALA, investor.id - Perum Bulog menggandeng TNI dan Polri untuk mempercepat penyerapan gabah petani serta menjaga stabilitas harga pangan nasional di tengah ancaman anomali cuaca dan ketidakpastian pasokan global dan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi percepatan penyerapan gabah petani dan stabilitas harga pangan yang digelar Bulog bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Tengah. 

Rapat koordinasi itu dihadiri sejumlah pejabat daerah dan instansi terkait, antara lain Panglima Kodam XXIII/Palakawira, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Komandan Korem 132/Tadulako, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Tengah, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Tengah.

ADVERTISEMENT

Selain itu, hadir pula Kepala Kantor Wilayah PT BGR Logistik Indonesia Makassar, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Sulawesi Tengah, Komandan Kodim 1306/Palu, Pemimpin Cabang PT JPL Bulog Sulawesi Tengah, Kapoksi Penyuluhan Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah, serta Katimker Penyuluhan Pertanian.Donggala dan Palu. 

Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Mayjen TNI (Purn) Dr. Marga Taufiq, mengatakan sinergi lintas sektor tersebut diperlukan untuk memastikan target penyerapan gabah petani tercapai sekaligus menjaga ketersediaan stok pangan nasional. 

Menurut dia, Presiden sebelumnya telah mengingatkan kemungkinan terjadinya perubahan global yang dapat berdampak pada ketahanan pangan nasional sehingga pemerintah diminta memperkuat produksi dalam negeri.

“Presiden sejak setahun lalu sudah mengingatkan bahwa akan terjadi perubahan global yang tidak bisa diprediksi. Karena itu kita diminta memperkuat produksi dalam negeri dan secara bertahap mengurangi ketergantungan impor,” kata Marga Taufiq.Selasa, (10/3/2026)

Ia menjelaskan, kondisi anomali cuaca yang masih terjadi di sejumlah wilayah, terutama di Pulau Jawa sebagai lumbung padi nasional, turut memengaruhi produksi pertanian. Curah hujan tinggi di beberapa daerah menyebabkan proses tanam hingga panen terganggu.

Di sisi lain, keterbatasan struktur organisasi Bulog di daerah juga menjadi tantangan dalam penyerapan gabah petani. Saat ini Bulog hanya memiliki sekitar 26 kantor cabang yang membawahi beberapa kabupaten. 

“Di tingkat gudang hanya ada beberapa personel. Dulu sistemnya menunggu petani membawa gabah ke gudang, tetapi sekarang Bulog mendapat tugas menjemput gabah langsung ke petani,” ujarnya.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Bulog berkoordinasi dengan TNI melalui jaringan teritorial Babinsa serta Polri guna membantu menjangkau petani di berbagai wilayah. Selain itu, penyuluh pertanian lapangan juga dilibatkan untuk memastikan kesiapan panen hingga proses penyerapan gabah oleh Bulog.

Sementara itu, Pimpinan Kantor Wilayah Bulog Sulawesi Tengah, Jusri Pakke, mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting untuk menjaga ketersediaan pangan di daerah.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta penyuluh pertanian untuk memastikan penyerapan gabah petani berjalan optimal dan stabilitas harga pangan tetap terjaga,” kata Jusri. 

Ia menambahkan, pemerintah juga secara rutin memantau perkembangan harga komoditas pangan setiap pekan melalui koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan instansi terkait guna mengantisipasi potensi lonjakan harga menjelang hari besar keagamaan.

Pemerintah juga terus menyalurkan cadangan pangan pemerintah berupa bantuan beras kepada masyarakat untuk menjaga daya beli sekaligus menstabilkan harga di tengah dinamika pasokan pangan nasional.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 5 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 6 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia