Sabtu, 4 April 2026

Harga Emas Siap Masuk Babak Penuh Kejutan

Penulis : Natasha Khairunisa
15 Feb 2026 | 14:01 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan. (Foto: Chalinee Thirasupa/ Bloomberg/ Getty Images)
Ilustrasi emas batangan. (Foto: Chalinee Thirasupa/ Bloomberg/ Getty Images)

JAKARTA, investor.id - Harga emas dunia diprediksi mengalami pergerakan beragam sepekan ke depan.

Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa pergerakan harga emas ke depan akan dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik di Timur Tengah, dinamika politik di Amerika Serikat, hingga ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Ibrahim memproyeksi harga emas dunia dapat menguat di level resistance pertama US$ 5.134 per troy ons dengan harga logam mulia di Rp Rp 3.000.000 per gram.

"Kemudian seandainya kembali naik, resistance kedua di US$ 5.245 per troy ons dan logam mulia di Rp 3.150.000 per gram," ungkap Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (15/2/2026).

Namun, Ibrahim juga melihat bahwa harga emas dunia masih rentan terjadi koreksi di level support pertama US$ 4.947 per troy ons. Adapun support kedua harga emas dunia di US$ 4.818 per troy ons, dan logam mulia di Rp 2.860.000 per gram.

"Apa yang menyebabkan harga emas dunia fluktuatif? salah satu faktornya adalah masalah geopolitik, perpolitikan di Amerika Serikat, kemudian kebijakan bank sentral AS serta masalah supply and demand," papar Ibrahim.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat, setelah pejabat AS dan Israel dikabarkan mempertimbangkan persiapan untuk melakukan penyerangan terhadap Iran. Situasi ini, kata Ibrahim, akan berdampak ke kenaikan harga emas.

Adapun laporan ketenagakerjaan AS yang menunjukkan kinerja positif pada bulan Januari 2026 hingga penunjukkan ketua baru The Fed, Kevin Warsh yang akan menjadi pengganti Jerome Powell pada bulan Mei mendatang.

"Kalau dari kebijakan bank sentral Amerika Serikat sendiri bahwa data inflasi inti yang mencatat kenaikan 2,4% dari bulan Januari 2026 lebih rendah dari konsensus para ekonom sebesar 2,5%. Artinya apa? Bahwa indikasi ini akan membuat bank sentral kembali (mempertimbangkan) menurunkan suku bunga. Dan ini akan berdampak positif terhadap harga emas dunia dan logam mulia," beber Ibrahim.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Finance 19 menit yang lalu

Bank Mantap Dukung Taspen Tingkatkan Kualitas Hunian Masyarakat

PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) mendukung langkah PT Taspen (Persero) dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Business 31 menit yang lalu

PLN Icon Plus Cegah Stunting melalui Kolaborasi Posyandu di Srondol Wetan

PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) cegah stunting.
Lifestyle 32 menit yang lalu

Vaksinasi Wajib yang Harus Dilengkapi Calon Jamaah Haji

Berdasarkan regulasi terbaru penyelenggaraan haji 2026 dari Kementerian Kesehatan, terdapat vaksin yang wajib dipenuhi oleh calon jamaah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Sabtu 4 April 2026, Cek Rinciannya

Berikut adalah daftar harga emas perhiasan dalam berbagai kadar karat pada Sabtu, 4 April 2026
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: BBCA Diborong Asing hingga Harga Emas Antam (ANTM) Runtuh

Berita populer dalam 24 jam terakhir, mulai dari BBCA diborong asing hingga harga emas Antam (ANTM) runtuh
Market 3 jam yang lalu

Harga CPO Melejit, Tren Naik Berlanjut

Harga CPO di Bursa Malaysia melejit, lanjutkan tren naik 5 pekan, didorong minyak nabati global dan lonjakan harga energi
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia