Harga Emas Siap Masuk Babak Penuh Kejutan
JAKARTA, investor.id - Harga emas dunia diprediksi mengalami pergerakan beragam sepekan ke depan.
Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa pergerakan harga emas ke depan akan dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik di Timur Tengah, dinamika politik di Amerika Serikat, hingga ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Ibrahim memproyeksi harga emas dunia dapat menguat di level resistance pertama US$ 5.134 per troy ons dengan harga logam mulia di Rp Rp 3.000.000 per gram.
"Kemudian seandainya kembali naik, resistance kedua di US$ 5.245 per troy ons dan logam mulia di Rp 3.150.000 per gram," ungkap Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (15/2/2026).
Namun, Ibrahim juga melihat bahwa harga emas dunia masih rentan terjadi koreksi di level support pertama US$ 4.947 per troy ons. Adapun support kedua harga emas dunia di US$ 4.818 per troy ons, dan logam mulia di Rp 2.860.000 per gram.
"Apa yang menyebabkan harga emas dunia fluktuatif? salah satu faktornya adalah masalah geopolitik, perpolitikan di Amerika Serikat, kemudian kebijakan bank sentral AS serta masalah supply and demand," papar Ibrahim.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat, setelah pejabat AS dan Israel dikabarkan mempertimbangkan persiapan untuk melakukan penyerangan terhadap Iran. Situasi ini, kata Ibrahim, akan berdampak ke kenaikan harga emas.
Adapun laporan ketenagakerjaan AS yang menunjukkan kinerja positif pada bulan Januari 2026 hingga penunjukkan ketua baru The Fed, Kevin Warsh yang akan menjadi pengganti Jerome Powell pada bulan Mei mendatang.
"Kalau dari kebijakan bank sentral Amerika Serikat sendiri bahwa data inflasi inti yang mencatat kenaikan 2,4% dari bulan Januari 2026 lebih rendah dari konsensus para ekonom sebesar 2,5%. Artinya apa? Bahwa indikasi ini akan membuat bank sentral kembali (mempertimbangkan) menurunkan suku bunga. Dan ini akan berdampak positif terhadap harga emas dunia dan logam mulia," beber Ibrahim.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






