Harga Bitcoin (BTC) Diprediksi Berpeluang ke US$ 75.000 di Februari
JAKARTA, investor.id - Harga bitcoin (BTC) bergerak hampir datar dalam 24 jam terakhir di kisaran US$ 68.000, menunjukkan masih adanya ketidakjelasan pasar.
Melansir beincrypto, secara tren tujuh hari, terlihat penurunan ringan, menandakan belum ada dorongan bullish yang kuat. Namun, posisi pasar prediksi justru menampilkan cerita yang jauh lebih optimistis.
Di Polymarket, hasil terbesar untuk bulan Februari, dengan 17%, memprediksi bitcoin akan menembus US$ 75.000. Prediksi ini menjadi taruhan arah paling populer menjelang pekan terakhir pada bulan ini.
Akan tetapi, struktur pasar, aktivitas on-chain, dan posisi crypto whale mengindikasikan bahwa kenyataan mungkin tidak sejalan dengan ekspektasi bullish tersebut.
Data pasar prediksi memperlihatkan di atas US$ 75.000 masih menjadi target favorit untuk bulan Februari meski sentimen terus melemah. Volume Polymarket untuk taruhan ini melebihi US$ 88 juta, dengan jutaan dolar dalam likuiditas aktif.
Namun, probabilitas untuk hasil US$ 75.000 sudah turun lebih dari 50%, menandakan semakin berkurangnya kepercayaan pelaku pasar.
Pada saat yang sama, kemungkinan berikutnya yaitu di bawah US$ 60.000 dengan peluang 12%. Posisi ini memperlihatkan perpecahan ekspektasi yang makin besar. Meski banyak trader masih berharap pada kenaikan harga, sebagian besar pasar justru mulai bersiap untuk koreksi harga yang lebih dalam.
Untuk mencapai target prediksi US$ 75.000, Bitcoin harus menembus dulu di atas US$ 72.200. Level ini merupakan resistance teknikal serta dekat dengan salah satu klaster cost basis terbesar di grafik. Untuk menembus zona ini, dibutuhkan reli lebih dari 6% dari level sekarang.
Namun, jika tidak mampu menembus resistance ini, peluang pergerakan harga tetap di rentang yang sama pun semakin besar. Pada sisi bawah, ada support kuat di antara US$ 64.300 dan US$ 63.800, di mana sekitar 150.000 BTC terakumulasi.
Pada grafik harga Bitcoin, level support kunci yang mirip zona ini ada di US$ 63.300, di mana jika tembus juga berarti klaster pasokan pun tembus. Bila harga turun di bawah US$ 63.300, zona US$ 60.000 yang dipertaruhkan di Polymarket dengan probabilitas 12% bisa terjadi.
Hasilnya, Bitcoin sekarang terjebak di antara dua zona cost basis utama. Resistance di dekat US$ 72.200 membatasi kenaikan harga, sementara support di kisaran US$ 63.300 menahan kemungkinan penurunan tajam secara langsung.
Struktur harga sideways ini mengisyaratkan bahwa prediksi pasar mungkin terlalu optimistis soal kemungkinan breakout ke US$ 75.000 dan malah tidak memperhitungkan semakin besarnya risiko konsolidasi berlanjut atau koreksi harga.
Editor: Erta Darwati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





