Kamis, 14 Mei 2026

BRI Luncurkan Satelit Baru 2023

Investor.id
15 Aug 2019 | 08:16 WIB
BAGIKAN
Satelit di angkasa luar. Foto ilustrasi: IST
Satelit di angkasa luar. Foto ilustrasi: IST

JAKARTA, investor.id – PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk (BRI) berencana meluncurkan satelit bari pada 2023 untuk memutakhirkan layanan digital dan meingkatkan upaya memitigasi risiko hambatan jaringan.

Direktur Utama BRI Suprajarto di Jakarta, Rabu, seperti dilansir Antara mengatakan, satelit tambahan perseroan ini nantinya akan memanfaatkan koordinat 103 Bujur Timur (BT) atau slot orbit kosong yang belum dimanfaatkan, dengan spectrum L Band.

Dengan satelit tambahan ini, ujar Suprajarto, BRI ingin memiliki jangkauan yang lebih luas dari sisis barat Indonesia hingga kawasan timur Indonesia, dan memiliki ketahanan yang berlapis untuk layanan digital perbankan.

“Satelit ini juga akan membuat BRI lebih efektif dan akurat dalam komunikasi, sehingga potensi bisnis juga makin besar,” kata Suprajarto.

ADVERTISEMENT
BRI Luncurkan Satelit Baru 2023
Suprajarto. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Saat ini, emiten bersandi BBRI ini sudah memiliki satelit bernama BRISat yang mengorbit di 150,5 Bujur Timur sejak dilincurkan pada 19 Juni 2016 silam.

Pada kesempatan yang sama Direktur Teknologi Informasi dan Operasi BRI Indra Utoyo mengatakan satelit BRISat berada di Papua atau meliputi wilayah Timur Indonesia, sehingga BRI perlu menambah jaringan satelit untuk meningkatkan kualitas jangkauan di wilayah barat.

“Untuk meng-cover (menjangkau) wilayah barat makanya satelit baru ini kelak akan jadi keberagaman untuk jangkau wilayah barat,” kata Indra.

Menurut dia, satelit baru BRI ini akan berjenis high throughput satellite (HTS) dengan kapasitas tinggi sebesar 100 Gbit/s dengan operasi berada di sepktrum L Band.

Penambahan satelit ini juga, lanjut Indra, jadi upaya memitigasi risiko hambatan jaringan digital dan komunikasi perseroan. Misalnya, satelit tambahan ini dapat menjadi cadangan ketika BRISat mengalami masalah.

“Sebagai bagian manajemen risiko, dengan kondisi buruk diversity memang menjadi hal yang penting karena kami juga tidak bisa hanya mengandalkan BRISat. Meskipun saat ini untuk mencadangkan (data) kami juga sudah bekerja sama dengan operator telekomunikasi (satelit) lain tapi akan lebih baik kalau kami punya sendiri,” kata Indra. (gr)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 32 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 43 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia