Kamis, 14 Mei 2026

Identifikasi Potensi Gempa di DKI, Maipark Pasang Borehole Seismometer

Penulis : Windarto
27 Aug 2019 | 16:35 WIB
BAGIKAN
Sesar Baribis-Kendeng, yang melewati bagian barat pulau Jawa berpotensi mengakibatkan gempa untuk wilayah DKI dan sekitaranya.
Sesar Baribis-Kendeng, yang melewati bagian barat pulau Jawa berpotensi mengakibatkan gempa untuk wilayah DKI dan sekitaranya.

Jakarta-PT Reasuransi Maipark Indonesia memasang instrument borehole seismometer (IBS) di beberapa titik di wilayah Jakarta. Pemasangan ini untuk merekam aktivitas potensi gempa yang disebabkan pergerakan Sesar Baribis -Kendeng. Group R&D PT Reasuransi Maipark Indonesia bekerja sama dengan LAPI ITB melakukan pemasangan IBS di beberapa titik untuk merekam aktivitas sesar ini.

Direktur Utama PT Reasuransi Maipark Indonesia Ahmad Fauzie Darwis, pemasangan IBS bertujuan untuk memperoleh data primer digital yang telah dikompilasi dan diolah, sehingga menambah database kebencanaan Maipark. Tujuan kedua, lanjutnya, untuk memperoleh dokumentasi kajian ilmiah sebagai sumber rujukan informasi dan pengetahuan Maipark untuk menyinergikan informasi riset tersebut kepada industri asuransi dalam bahasa yang lebih mudah dipahami. Tujuan ketiga, dengan pemasangan IBS tersebut diharapkan untuk memperoleh pemahaman risiko gempa bumi di DKI yang lebih baik, dan pengaruhnya terhadap kecukupan premi asuransi gempa.

“Pemantauan gempa mikro yang menunjukkan suatu sesar itu aktif atau tidak sangat perlu dilakukan dengan tepat. Monitoring gempa mikro di DKI Jakarta dan sekitarnya dilakukan dengan memasang beberapa borehole seismometer di sekitar sesar yang diharapkan akan teridentifikasi,”tuturnya.

Sesar Baribis-Kendeng membentang dari timur hingga barat Pulau Jawa. Salah satu potongan atau segmennya diduga oleh para ahli melintas di area Jakarta. Berdasarkan hasil riset Kolali pada 2016 dan Pusat Survei Badan Geologi, yang memodelkan segmen Sesar Baribis lokasinya diperkirakan berjarak sekitar 10 km di selatan Jakarta. Selain itu, wilayaj cekungan Jakarta diapit Patahan Cisadane di bagian barat dan Patahan Bekasi di sisi timur.

ADVERTISEMENT

Beberapa kejadian gempa tektonik yang mengguncang beberapa wilayah seperti Majalengka, Kuningan, dan Cirebon pada Selasa 25 Juni 2019 disinyalir akibat aktivitas Sesar Baribis. Berdasarkan analisa BMKG, episenter gempa ini terletak di lereng utara Gunung Ciremai pada koordinat 6,867 LS dan 108,396 LT, tepatnya berada di darat pada jarak 15,8 km arah barat laut Kuningan dengan kedalaman 6 km. Ditinjau dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa yang terjadi merupakan jenis gempa kerak dangkal atau shallow crustal earthquake yang dipicu sesar aktif.

Fauzie menyebutkan, lebih dari 50% total eksposure asuransi nasional berada di wilayah Jawa bagian barat, sementara ada lebih dari 1.600 bangunan tinggi berada di DKI. Pemasangan IBS tersebut menurut Fauzie, bagian dari upaya Maipark melakukan riset terhadap beberapa risiko bencana yang digunakan untuk kepentingan masyarakat dan industri. Selain studi tentang gempa tersebut, Maipark juga tengah melakukan studi mengenai banjir, gunung api, dan tsunami. “Kami mengharapkan bisa selesai tahun ini dan tahun depan, sehingga hasilnya bisa dijadikan acuan,” ujarnya di Jakarta (27/8) usai pemasangan borehole seismogram di area Gedung Asuransi Wahana Tata.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 41 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 52 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia