Kamis, 14 Mei 2026

BRI Agro Berencana Kembangkan Fitur Pinang

Penulis : Nida Sahara
17 Sep 2020 | 16:28 WIB
BAGIKAN
Acara literasi keuangan diselenggarakan dalam rangka HUT BRI AGRO ke 31 thn, bekerjasama dgn Majalah Investor.
Acara literasi keuangan diselenggarakan dalam rangka HUT BRI AGRO ke 31 thn, bekerjasama dgn Majalah Investor.

JAKARTA, investor.id – PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) terus melakukan pengembangan digitalisasi, terutama pada platform online Pinjam Tenang (Pinang) yang saat ini merupakan kanal untuk menyalurkan kredit kepada nasabah payroll. Ke depan fitur dari Pinang akan dikembangkan untuk bisa memberikan pinjaman kredit kepada non payroll.

Pinang merupakan platform kredit tanpa agunan (KTA) yang baru bisa dimanfaatkan oleh nasabah BRI Group.

Direktur Utama BRI Agro Ebeneser Girsang mengatakan, hingga saat ini perseroan sudah menyalurkan pinjaman kredit melalui platform Pinang sebesar Rp 60 miliar. Menurut dia nilai tersebut masih kecil karena sebagai bank yang penuh dengan aturan harus menyalurkan pinjaman secara hati-hati.

Oleh karena itu, penyaluran kredit melalui Pinang diperuntukkan bagi nasabah payroll BRI Agro untuk memitigasi risiko. "Pinang ini cikal bakal digital loan pertama di Indonesia dan kami masih main di area yang sangat aman untuk nasabah payroll, kami masih selektif pasarnya. Tapi kami sudah pikirkan untuk ke non-payroll, dan memerlukan data yang kuat juga," terang Ebeneser dalam acara Literasi Keuangan dengan tema Transformasi Digital Di Sektor Agribisnis dalam rangka HUT BRI Agro ke 31 tahun, Kamis (17/9).

ADVERTISEMENT

Ebeneser menjelaskan, sektor agribisnis memang sangat besar potensinya. Untuk itu, jika menyasar pinjaman kredit kepada non-payroll melalui Pinang, data yang diperlukan antara lain terkait data petani, luas tanah, koordinat tanah, dan data lainnya. Data tersebut nantinya akan dianalisa untuk bisa menentukan besaran kredit yang bisa dipinjamkan BRI Agro.

"Nanti kami bahas dari size itu jumlahnya berapa pinjamannya, apakah full digital atau kami terlibat mengawasi, karena kredit agribisnis ini spesifik, jadi kami tunggu kapan bisa diluncurkan, kami bisa merambah ke non-payroll," sambung Ebeneser.

Selain berencana mengembangkan pinjaman kredit kepada non-payroll, perseroan juga tengah mengembangkan platform simpanan digital. "Apakah digitalisasi ini berhenti di digital loan seperti Pinang? kami tidak berhenti tapi akan merambah ke saving dan layanan perbankan lainnya, kami proses digital saving pada waktunya bisa diluncurkan," tutur dia.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 41 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 52 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia