Kamis, 14 Mei 2026

November, CIMB Niaga Finance Raup Laba Rp 269 Miliar

Penulis : Prisma Ardianto
2 Jan 2022 | 20:01 WIB
BAGIKAN
Nasabah mendapatkan penjelasan mengenai produk pembiayaan di kantor cabang CIMB Niaga Finance, Bintaro. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza
Nasabah mendapatkan penjelasan mengenai produk pembiayaan di kantor cabang CIMB Niaga Finance, Bintaro. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

JAKARTA, investor.id  - PT CIMB Niaga Auto Finance (CIMB Niaga Finance) berhasil membukukan laba sebelum pajak (profit before tax/PBT) mencapai Rp 269 miliar atau tumbuh 5% secara year on year (yoy) per November 2021. Perseroan bakal meluncurkan Virtual Exhibition di 2022 sebagai bagian melanjutkan transformasi digital.

Presiden Direktur CIMB Niaga Finance Ristiawan Suherman mengatakan, perseroan berhasil memanfaatkan peluang untuk tumbuh dengan baik. Seiring dengan pemulihan ekonomi yang terjadi di tahun 2021 dan didukung oleh berbagai program stimulus dari pemerintah.

"CIMB Niaga Finance berhasil meningkatkan aset perusahaan menjadi Rp 4,5 triliun pada periode yang berakhir pada 30 November 2021, atau naik sebesar 19% dibanding periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp3,8 triliun," kata Ristiawan melalui keterangannya, belum lama ini.

Pencapaian tersebut didorong pertumbuhan penyaluran pembiayaan baru (booking) sebesar Rp 4,8 triliun, naik signifikan 43% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 3,4 triliun. Sejalan dengan peningkatan aset, perseroan tetap mempertahankan rasio kredit bermasalah (non performing financing/NPF) di bawah rata-rata industri yaitu sebesar 1,22%.

Perseroan juga melaporkan laba sebelum pajak meningkat 5% (yoy) per November 2021, dari Rp 256 miliar menjadi Rp 269 miliar. Selain itu, rasio-rasio keuangan juga terjaga dengan baik. Per November 2021, return on assets (ROA) dan return on equity (ROE) perseroan masing-masing tercatat sebesar 7,18% dan 12,43%.

Di samping peningkatan pada aset dan booking, CIMB Niaga Finance berhasil melakukan efisiensi perusahaan. Tercermin pada penurunan beban operasional (BOPO) perusahaan menjadi 66,71% di bulan November 2021, turun 9% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 76,59%. Penurunan beban operasional tersebut secara nyata didukung oleh berbagai proses otomasi dan digitalisasi.

Di sisi lain, Ristiawan mengatakan akan tetap melanjutkan transformasi digital yang telah dilakukan pada tahun 2021. Perseroan akan meluncurkan model bisnis baru yang akan mengusung kemudahan bagi nasabah melalui pameran virtual (Virtual Exhibition) dengan memanfaatkan platform model 3D.

Dalam hal ini, nasabah dapat secara langsung mengeksplorasi beragam tipe mobil dan fitur yang ditawarkan. Nasabah pun dapat mengajukan pembiayaan secara instan melalui CNAF Mobile yang terintegrasi di dalam pameran virtual tersebut. Beberapa kelebihan yang diusung dalam pameran ini antara lain percakapan langsung dengan perwakilan perseroan dan partner, simulasi pembiayaan yang fleksibel sesuai tenor maupun down payment (DP), dan beragam program menarik lainnya.

"Kami akan tetap disiplin dalam memperkuat platform digital di tengah kondisi yang menantang. Mengusung value proposition cepat dan mudah, kami akan terus berinovasi dalam menyediakan berbagai produk dan program yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah," pungkas Ristiawan. 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 4 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 34 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 45 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia