Menu
Sign in
@ Contact
Search
Gedung Bank Mandiri (Foto: IST)

Gedung Bank Mandiri (Foto: IST)

Bank Mandiri Tepis Isu Akuisisi Bank Prima Master

Rabu, 10 Aug 2022 | 07:00 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menepis beredarnya kabar yang menyebutkan bahwa perseroan akan mengakuisisi sebuah bank, yakni Bank Prima Master. Perseroan menegaskan tidak memiliki rencana apapun terkait akuisisi bank karena sedang fokus memperkaya fitur dan layanan dari super app Livin’ by Mandiri.

Berdasarkan laporan DealStreetAsia pada Senin (8/8/2022), Bank Mandiri disebut dalam tahap pembicaraan untuk mengakuisisi saham Bank Prima Master yang cukup besar. Dilaporkan pula terdapat dua calon investor yang akan melakukan penjajakan awal secara terpisah untuk mengakuisisi saham minoritas dari Bank Prima Master, yaitu perusahaan fintech China Jianpu Technology dan pemberi pinjaman asal Indonesia yang tidak disebutkan namanya. Pembicaraan dengan Bank Mandiri pun disebut bergerak lebih cepat.

Menanggapi kabar tersebut, pihak Bank Mandiri buka suara. “Perihal akuisisi Bank Prima Master. Pertama, itu adalah sebuah isu yang patut dipertanyakan kebenarannya. Bank Mandiri tidak pernah mengeluarkan pernyataan tersebut, jadi isu tersebut sangatlah spekulatif,” tegas Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo kepada Investor Daily, Selasa (9/8/2022).

Kedua, pihaknya merasa isu akuisisi tersebut tidak berkontribusi pada kinerja saham bank berkode emiten BMRI tersebut. Sigit juga menegaskan bahwa Bank Mandiri tidak memiliki rencana terkait akuisisi saat ini. “Tidak ada rencana apa-apa saat ini terkait akuisisi Bank Prima Master, ataupun bank-bank lainnya yang dapat kami sampaikan,” imbuh Sigit.

Advertisement

Baca juga: Laba Lampaui Estimasi, Target Harga Saham Bank Mandiri (BMRI) Direvisi Naik!

Berdasarkan laporan keuangan Bank Prima Master yang berkantor pusat di Surabaya, hingga akhir Juni 2022 posisi modal inti (tier 1) sebesar Rp 258,34 miliar, jauh dari aturan minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar Rp 3 triliun pada akhir tahun ini. Adapun, ultimate shareholder Bank Prima Master adalah Henry Susilowidjojo melalui PT Hartamas Lestari (50%) dan PT Multi Artacipta Serasi (50%).

Sebelumnya, Sigit juga memaparkan bahwa perseroan belum berencana juga memisahkan (spin off) super app Livin’ by Mandiri sebagai bank digital independen. “Secara spesifik belum merencanakan spin off Livin menjadi bank digital independen terpisah dari Bank Mandiri. Demikian juga akuisisi bank digital di luar Bank Mandiri,” ungkap dia.

Meski demikian, perseroan tetap mempertimbangkan segala potensi yang bisa digarap di era digitalisasi saat ini. “Kami juga terus melakukan kajian terus menerus untuk melihat value apa yang dapat kami miliki terkait digital bank. Secara khusus, segmen mana yang akan kami layani dalam membangun digital bank dan model bisnisnya, kami kaji terus untuk memperluas ekosistem,” kata Sigit.

Pihaknya juga melihat Livin’ by Mandiri sudah seperti bank digital yang ada saat ini. Pasalnya, hampir semua layanan perbankan juga dilayani melalui Livin. Seperti pembukaan rekening yang 100% secara digital, transfer, tarik tunai tanpa kartu, membayar tagihan, dan sebagainya. “Di Livin ini fitur-fiturnya lebih banyak dari bank digital lain, fitur investasi ada, lifestyle ada di Livin Sukha. Jadi kami belum lihat potensi digital bank terpisah, kami terus lakukan kajian dan approach optimal terkait digitalisasi, termasuk spin off ini,” urai Sigit.

Baca juga: Giliran Bank Mandiri (BMRI) Laporkan Kinerja, Laba Bersih Melejit 61,68%

Lebih lanjut, Sigit menjelaskan bahwa Bank Mandiri juga tidak berencana menjadikan anak usaha lainnya yakni Bank Mantap sebagai bank digital. Sebab, fokus utama Bank Mantap adalah pensiunan yang potensinya masih sangat besar dan pertumbuhannya juga berkontribusi terhadap laba Bank Mandiri secara signifikan.

“Kami lihat bank segmen khusus ini harus kami pertahankan dan tumbuhkan. Apakah punya peluang bank digital? Kami hitung dan pertimbangkan mana yang lebih efisien, atau untuk lihat opportunity akuisisi bank kecil, tapi semua ini kerangka dalam melengkapi ekosistem,” urai Sigit.

Dengan demikian, Bank Mandiri masih terus memperkaya Livin sebagai super app dengan melengkapi layanan serta fitur-fitur yang dibutuhkan nasabah. “Dan saat ini fokus kami lebih banyak kembangkan Livin, karena Livin seperti bank digital. Kami masih fokus ke sana, kajian tetap kami lakukan untuk cari bisnis model yang tepat,” jelas dia.

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com