Jumat, 15 Mei 2026

Hipmi: Bunga Kredit Harus Diturunkan, terutama Kredit Produktif

Penulis : Investor Daily
16 Mar 2023 | 20:12 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi bisnis. (Pixabay)
Ilustrasi bisnis. (Pixabay)

JAKARTA, investor.id – Ketua Umum Hipmi, Akbar Himawan Buchari menuturkan, tren kenaikan suku bunga acuan The Fed yang agresif belakangan ini membuat bank sentral dari berbagai negara ikut menaikkan suku bunga acuan, termasuk Bank Indonesia (BI).

Jika The Fed masih akan kembali menaikkan suku bunga acuan beberapa kali tahun ini, lanjut dia, kemungkinan BI akan mengikuti dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25-50 bps. Indonesia, lanjut dia, memiliki hubungan perdagangan dan investasi yang signifikan dengan Amerika Serikat.

“Namun demikian, tingkat bunga kredit di Indonesia memang masih harus diturunkan terutama kredit produktif guna mendorong serta mempertahankan momentum dalam rangka pemulihan ekonomi nasional,” kata Akbar kepada Investor Daily, baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, kata dia, perlu diingat bahwa suku bunga yang rendah juga dapat berdampak pada meningkatnya risiko kredit dan perbankan. “Karena itu, harus ada tindak lanjut kerja sama dengan pengusaha di daerah untuk menjaga iklim investasi, inflasi tetap rendah, dan stabilitas nilai tukar rupiah,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida menyatakan, bunga kredit bank seharusnya dapat diturunkan. Untuk itu, kalangan pengusaha bisa duduk bersama dengan perbankan.

“Seharusnya suku bunga dapat diturunkan dari sekitar 11-12% untuk kredit konstruksi misalnya, menjadi maksimal 9%. Memang ekonomi makro kita bagus, tapi mikro banyak yang parah, seperti di sektor properti yang high-rise building, juga perhotelan belum sepenuhnya pulih,” ucap Paulus kepada Investor Daily.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia