Jumat, 15 Mei 2026

Dorong Literasi Ekonomi Syariah, B-Universe Gelar Insight Ramadan

Investor.id
30 Mar 2023 | 11:26 WIB
BAGIKAN
B-Universe Ramadan Insight 2023
B-Universe Ramadan Insight 2023

Jakarta, Investor.id - Indonesia memiliki potensi yang sangat besar menjadi pelaku utama di sektor ekonomi dan keuangan Syariah di dunia. Hal itu karena Indonesia merupakan negara dengan populasi umat Muslim terbesar di dunia. Pemeluk agama Islam mencapai 87% dari total populasi di Indonesia.

Dengan modal dasar penduduk Muslim yang besar tersebut, tentu diharapkan Indonesia tidak hanya menjadi pasar dari jasa keuangan dan ekonomi Syariah, tetapi lebih dari itu mampu menjadi penentu lanskap ekonomi Syariah di dunia.

Namun, hingga saat ini posisi Indonesia dalam percaturan ekonomi Islam dunia ternyata masih kalah dari Malaysia. Dengan jumlah populasi 32 juta orang, Malaysia menempati posisi pertama negara dengan kekuatan ekonomi Syariah terbesar di dunia. Sedangkan, Indonesia dengan 241 juta penduduk Muslim, atau sekitar delapan kali jumlah populasi Malaysia, hanya menduduki peringkat 4 merujuk data State of The Global Islamic Economy Report tahun 2022.

ADVERTISEMENT

Menyadari potensi besar tersebut, B-Universe menggelar “Insight Ramadan 2023: Indonesia Pusat Ekonomi Syariah”. Kegiatan tersebut digelar pada Kamis (30/3/2023) di The Westin Hotel Jakarta.

Direktur Pemberitaan B-Universe Apreyvita Wulansari menjelaskan, Insight Ramadan 2023 tersebut dimaksudkan untuk memetakan peluang pengembangan ekonomi dan keuangan Syariah baik dalam skala nasional maupun global.

“Dengan pemetaan tersebut, diharapkan akan menjadi formula untuk mendorong literasi dan inklusi ekonomi Syariah di Indonesia. Sehingga, ke depan Indonesia mampu tampil sebagai kekuatan ekonomi Syariah terbesar di dunia,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Apreyvita, dalam konteks ekonomi nasional, sistem ekonomi Syariah diharapkan juga mampu menjadi salah satu pilar pertumbuhan ekonomi yang inklusif. “Karena ekonomi Syariah sangat berpotensi menjangkau banyak umat Muslim yang merupakan representasi mayoritas penduduk Indonesia. Jika ini terwujud dengan sendirinya akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif,” ujar Apreyvita.

Narasumber yang hadir dalam Ramadan Insight yang digelar B-Universe mewakili sektor-sektor ekonomi Syariah. Mereka yang hadir adalah Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, Direktur Keuangan dan Strategi PT Bank Syariah Indonesia Tbk Ade Cahyo Nugroho, Direktur Asuransi Zurich Syariah Auralusia Rimadiana, Ketua Badan Ekonomi Syariah Kadin Indonesia Taufan Eko Nugroho Rotorasiko, serta Ketua Umum Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) Ronald Yusuf Wijaya. 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia