Potensi Unrealized Loss Bank AS Setara Rp 9.250 Triliun!
Ketiga, risiko pasar, dan terakhir adalah risiko reputasi. “Penyampaian strategi perusahaan yang tidak tepat berpotensi mengurangi tingkat kepercayaan nasabah. Hal ini berdampak buruk pada institusi, oleh karena itu peran paling penting kepada perbankan dalam melakukan komunikasi sebelum melakukan corporate action,” jelas Royke.
Pada saat yang sama, Deputi Komisioner Pengawas Bank Pemerintah dan Syariah merangkap Plt Deputi Komisioner Regional OJK Bambang Widjanarko mengatakan, SVB merupakan bank yang masuk dalam 16 besar di AS, yang utamanya terkonsentrasi pada start-up dan modal ventura. Selain itu, hampir 97% dari dana pihak ketiga (DPK) merupakan simpanan yang tidak dijamin.
Pada saat pandemi Covid-19, terjadi booming teknologi, SVB cukup konsentrasi dananya dari sektor teknologi. Pengelolaannya dialokasikan pada surat berharga jangka panjang. Pada saat yang sama, SVB juga ada kekosongan manajemen yang membuat kondisi internal kurang dipantau.
“Kita lihat manajemen SVB juga terbuka mengatakan butuh suntikan modal saat itu, ditambah faktor eksternal mulai pulihnya ekonomi, masyarakat mulai beraktivitas fisik, startup dan teknologi mulai tumbang. Perubahan perilaku nasabah secara digital juga mulai berdampak pada penarikan DPK, sehingga struktur pelemahan SVB ditambah eksternal jadi tekanan,” jelas Bambang.
Secara garis besar, kata Bambang, kelemahan mendasar SVB adalah strategi bank dalam mengelola dana jangka pendek menjadi jangka panjang. Sehingga terjadinya maturity mismatch, ditambah penarikan DPK dan lemahnya komunikasi yang tidak pas semakin meningkatkan risiko reputasi, risiko konsentrasi, dan risiko likuiditas sehingga menyebabkan isu likuiditas struktural.
“Penanaman surat berharga dan force selling surat berharga sehingga menjadi turun, ini menyebabkan rentabilitas yang membuat tekanan pada bank sehingga muncul isu solvabilitas. Kalau sudah mengenai likuiditas dan solvabilitas, kondisi bank agak susah untuk diselamatkan,” ujar Bambang.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






