Jumat, 15 Mei 2026

OJK akan Bangun Pusat Informasi Keuangan Terpadu Desa

Penulis : Prisma Ardianto
27 Apr 2023 | 22:25 WIB
BAGIKAN
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi (kiri) dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno (kanan) dalam sesi dialog pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dan Pleno TPAKD se-Jawa Tengah yang diselenggarakan di Semarang, Kamis (27/4/2023).
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi (kiri) dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno (kanan) dalam sesi dialog pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dan Pleno TPAKD se-Jawa Tengah yang diselenggarakan di Semarang, Kamis (27/4/2023).

JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan membangun Pusat Informasi Keuangan Terpadu Desa (PIKD), sebagai bagian dari Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI). Program ini akan melengkapi kehadiran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam rangka mendorong sistem keuangan yang lebih inklusif.

Pilot project program PIKD akan dilaksanakan di Kabupaten Wonosobo, yang nantinya dapat diimplementasikan juga di seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Program ini menjadi bagian penuh dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan untuk kemandirian ekonomi desa.

Program PIKD merupakan sinergi OJK dengan Pemerintah Daerah dan Industri Jasa Keuangan yang di dalamnya mengakomodir juga program bersama antara OJK, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi yaitu program pengembangan Desa Wisata. Kerja sama antara OJK dengan Kemenparekraf tersebut diimplementasikan secara nasional melalui program EKI yang menjadikan desa sebagai sasarannya.

ADVERTISEMENT

Di samping itu, program ini juga diyakini akan melengkapi sinergitas pemerintah dan pemerintah daerah dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Hal ini disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi dalam sesi dialog pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dan Pleno TPAKD se-Jawa Tengah yang diselenggarakan di Semarang.

Rakorda TPAKD merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilakukan OJK bersama Pemerintah Daerah dan Kementerian/Lembaga sebagai upaya evaluasi dan konsolidasi program kerja inklusi keuangan di setiap daerah. Acara rutin dihadiri oleh kepala daerah termasuk Rakor TPAKD Jawa Tengah kali ini yang dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Friderica mengungkapkan, peningkatan inklusi keuangan di masyarakat sangat penting dalam mendorong perekonomian masyarakat termasuk di perdesaan. Oleh karena itu, sinergi penguatannya harus terus dijalankan.

"Kita di OJK telah memiliki program untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di semua daerah di Indonesia. Karena memang setiap peningkatan 1% inklusi keuangan di daerah, akan meningkatkan indeks pembangunan manusia 0,16%," ungkap Friderica dalam keterangan resmi, Kamis (27/4/2023).

Menurut dia, OJK akan terus memperkuat inklusi keuangan di perdesaan dengan memperbanyak akses keuangan masyarakat terhadap produk dan jasa keuangan yang sesuai seperti penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR), dan pendanaan Securities Crowdfunding (SCF). Penguatan akses keuangan di perdesaan akan diiringi dengan perluasan edukasi keuangan sehingga peningkatan penggunaan produk dan jasa keuangan sejalan dengan pemahaman atau tingkat literasi masyarakat.

Turut hadir Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dan anggota TPAKD Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah dan perwakilan dari Industri Jasa Keuangan sebagai peserta. Sandiaga menjelaskan, Jawa Tengah merupakan salah satu daerah penyumbang desa wisata terbanyak secara nasional.

"Saat ini pariwisata tercatat sudah bangkit dan jumlah dari lapangan kerja yang diciptakan semakin berkualitas dan mengacu pada aspek sustainability. Di 2023, nilai devisa pariwisata ditargetkan sebesar US$ 2,0 miliar s.d. US$ 5,95 miliar. Untuk itu, ketersediaan akses keuangan perlu terus dilakukan," jelas Sandiaga

Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo turut memberikan apresiasi kepada OJK atas peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Jawa Tengah hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2022.

"Tingkat literasi keuangan Jawa Tengah meningkat dari 2019 sebesar 47,38% menjadi 51,69% pada 2022 dan inklusi keuangan di Jawa Tengah meningkat dari 65,71% menjadi 85,97% pada 2022. Pemerintah daerah juga sudah merealisasikan bantuan keuangan pada pemerintah desa selama 2013-2022 sebesar Rp 7.786 miliar di 140.237 titik," kata Ganjar.

Berdasarkan data OJK, saat ini di Jawa Tengah telah terbentuk seluruh tim TPAKD yang terdiri dari 1 TPAKD Provinsi dan 35 TPAKD Kabupaten/Kota. Seluruh TPAKD baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota telah menyusun program kerja tematik dan program kerja unggulan sesuai karakteristik wilayah dan kebutuhan terhadap akses maupun produk keuangan tertentu.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia