Jumat, 15 Mei 2026

Curi Data BSI, Hacker LockBit Beraksi Sejak Libur Lebaran?

Penulis : Herman
13 Mei 2023 | 13:01 WIB
BAGIKAN
Nasabah melakukan transaksi di ATM BSI, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Investor Daily/David Gita Roza)
Nasabah melakukan transaksi di ATM BSI, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya menduga pencurian data BSI yang dilakukan oleh geng hacker LockBit sudah dilakukan sejak libur Lebaran. Pasalnya data yang dicuri sangat besar mencapai 1.5 TB.

"Proses pencurian data 1,5 TB membutuhkan waktu yang sangat panjang. Jika pencurian data dilakukan non stop 24 jam saja dengan kecepatan 25 Mbps, maka membutuhkan waktu enam hari. Namun jika dilakukan dengan hati-hari untuk menghindari kecurigaan korban, diperkirakan waktu yang dibutuhkan adalah 12 hari. Jadi aksi peretasan diperkirakan terjadi sejak libur Lebaran," kata Alfons Tanujaya dalam keterangan resminya, Sabtu (13/5/2023).

Geng LockBit sebelumnya mengaku sebagai aktor di balik gangguan layanan BSI sejak Senin (8/5/2023). LockBit juga mengaku telah mencuri 15 juta catatan pelanggan, informasi karyawan, dan sekitar 1,5 TB data internal. Mereka selanjutnya mengancam akan merilis semua data di web gelap jika negosiasi gagal.

ADVERTISEMENT

Alfon mengingatkan, ancaman geng hacker LockBit ini tidak sekedar gertak sambal. Ia juga mengingatkan BSI untuk menghitung segala risiko sebelum mengambil keputusan.

"Lockbit tidak sekadar gertak sambal dan membuktikan kalau memang berhasil mencuri dan mengenkripsi 1.5 TB data BSI. Jika Anda perusahaan besar dan mengalami kebocoran data, bersikaplah sebagai perusahaan besar. Hitung resiko dan biaya sebelum mengambil keputusan," kata Alfons.

Sebelumnya, Dirut BSI Hery Gunardi mengatakan, pihak BSI menemukan indikasi dugaan serangan siber, yang membuat mereka perlu mematikan sistem untuk memastikan keamanannya. Namun terkait dugaan itu, ia menyebut perlu pembuktian lebih lanjut melalui audit dan digital forensik. Dalam hal ini BSI terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait.

"Terkait dengan dugaan serangan siber, pada dasarnya perlu pembuktian lebih lanjut melalui audit dan digital forensik. BSI terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait baik regulator, OJK, BI, pemegang saham, stakeholder lain, termasuk juga pemerintah," kata Hery Gunadi, Kamis (11/5/2023).

Hery juga menyampaikan bahwa proses normalisasi layanan BSI dilakukan dengan baik. BSI juga menegaskan, dana dan data nasabah tetap aman di BSI.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 49 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia