Jumat, 15 Mei 2026

Dukungan Bank Mandiri Taspen untuk Para Pensiunan Agar Sukses Berbisnis

Penulis : Nida Sahara
28 Mei 2023 | 14:12 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Elmamber Petamu Sinaga dan Direktur Bisnis PT Bank Mandiri Taspen Maswar Purnama dalam pembukaan program Pelatihan Mantapreneur Naik Kelas, di Jakarta, Rabu (24/5/2023). (ist)
Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Elmamber Petamu Sinaga dan Direktur Bisnis PT Bank Mandiri Taspen Maswar Purnama dalam pembukaan program Pelatihan Mantapreneur Naik Kelas, di Jakarta, Rabu (24/5/2023). (ist)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Mandiri Taspen berkomitmen mendukung para pensiunan agar sukses berbisnis, salah satunya melalui pelatihan Mantapreneur Naik Kelas.

Salah satu nasabahnya adalah Tri Puji Lestari, pensiunan dari Dinas Lingkungan Hidup pada 2017 yang tinggal di kota Batu, Malang ini tetap semangat untuk berusaha. “Saya sudah 20 tahun mengabdi kepada negara, kini saatnya membagi sisa umur untuk berkarya,” ungkap dia, dalam keterangannya, Sabtu (27/5/2023).

Bersama suaminya, ia mulai mencoba peruntungannya berbisnis kuliner dengan berjualan rujak cingur. Seiring dengan waktu, produk jualannya cukup laris manis dan sudah punya banyak pelanggan. Sayang, wabah pandemi Covid-19 mengacaukan semuanya. Omsetnya berjualan rujak cingur pun turun drastis hingga sempat membuatnya putus asa. 

ADVERTISEMENT

Dalam kondisi sulit itu, ibu yang kini berusia 60 tahun itu ikut pelatihan Tim Bank Mandiri Taspen atau Bank Mantap. Pihaknya dimotivasi untuk terus semangat dan pantang menyerah untuk berusaha di saat pandemi.

"Saya diberi banyak pelatihan, mulai membuat kue, puding, dan aneka kuliner yang sedang viral, dan lainnya hingga wawasan saya semakin luas. Terus terang saja saya sebelumnya tidak bisa membuat aneka makanan tersebut,” tutur dia. 

Dari pelatihan Bank Mantap, saya juga semakin kreatif berusaha. Di saat satu pintu tertutup, masih banyak pintu lain yang terbuka. Tidak mengandalkan kuliner rujak cingur untuk berjualan, Ibu Tri mulai melirik bisnis jambu kristal.

“Saya menanam dan berjualan jambu kristal yang saat itu sedang trend. Alhamdulilah, omsetnya mencapai 1-2 kwintal, cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari,” kata Tri.

Salah satu manfaat yang bisa dirasakan Tri dari program pelatihan Bank Mandiri Taspen adalah memanfaatkan dunia digital untuk berjualan. Baik lewat whatsapp maupun google maps dan media lainnya. “Orang yang gaptek seperti saya jadi tahu cara berjualan lebih efektif karena produknya dikenal banyak orang,” imbuh dia.

Ia pun semakin giat berinovasi. “Saya bersama anak membuat aneka kuliner unik khas malang, salah satunya cokelat apel,” ungkapnya. 

Karena merasakan manfaatnya, Tri tak ragu mempromosikan program Bank Mandiri Taspen kepada para pensiunan lainnya. Sebab, berkarya tak mengenal usia. Tak ada istilah pensiun untuk berkarya. 

Apa yang dijalani Tri, dialami juga oleh Yuliana Wosimwor (60) asal Manokwari Irian Jaya yang tetap berkarya meski usia tak lagi muda.

Apalagi ia saat ini menjadi pencari nafkah utama usai suaminya meninggal dunia, padahal ia memiliki anak-anak yang membutuhkan biaya untuk melanjutkan pendidikan. 

“Kalau dengar omongan mereka, saya mungkin akan terus hidup sulit, siapa yang membiayai anak-anak dan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.  

Meski hanya seorang ibu rumah tangga dan minim pengalaman membuat produk apalagi berjualan, Yuliana punya tekad ingin mandiri tidak tergantung pada orang lain secara finansial. Bak gayung bersambut, saat itu Yuliana ikut pelatihan pembuatan keripik keladi yang diadakan Tim Bank Mandiri Taspen pada 2017. 

“Sebelumnya saya gak punya pengalaman buat keripik, hingga akhirnya tahu dari pelatihan itu, instrukturnya adalah orang Jawa yang sudah lama tinggal di Papua,” ujarnya.

Ia pun terus belajar mempraktikkan semua yang didapatnya dari pelatihan dan membuat produk keripik terbaik, termasuk mempelajari bagaimana menjual produk itu. Kerja kerasnya tak sia-sia karena dagangannya disukai pembeli. “Omset awalnya hanya Rp 100 ribu, hingga terus naik dan naik menjadi Rp 200 ribu hingga sekarang Rp 500 ribu per hari,” tutur dia.

Dia sangat bahagia dan bersyukur produk dagangannya digemari, khususnya anak-anak sekolah. Matanya terlihat sedikit berkaca-kaca. Sebab, hasil penjualan keripik keladi membantu keuangan keluarganya. Bila dulu sempat kesulitan membiayai anak sekolah, kini ia bisa bernafas lega karena bebannya sudah hilang. “Anak sudah berhasil saya kuliahkan,” sambung dia.

Setelah sukses membuat keripik keladi, ia pun kini membuat produk baru, yaitu abon ikan tuna. Sama dengan keripik, penjualan abon ikan tuna juga hasilnya cukup menggembirakan. 

Apa yang dijalani Tri dan Yuliana yang sukses berwirausaha meski sebelumnya tidak punya pengalaman sama sekali, merupakan salah satu tujuan dari Mantapreneur yang digagas Bank Mandiri Taspen

“Yang terdata saat ini ada 1.600 nasabah yang sudah mulai berwirausaha. Mereka sebelumnya tak punya pengalaman, tapi bisa sukses menjadi pengusaha usai mendapatkan program pelatihan dari Bank Mandiri Taspen,” ungkap Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Elmamber Petamu Sinaga.

Apalagi Bank Mandiri Taspen sendiri punya tagline menarik yaitu Tak Ada Kata Pensiun untuk Berkarya. “Saat pensiun mereka tetap produktif dan bisa membahagiakan keluarga,” ungkap Elmamber.

Agar sukses menjadi pengusaha, para pensiunan itu diberi bekal berbagai pelatihan kewirausahaan. Dengan begitu, banyak masyarakat yang tercerahkan saat terjun ke dunia wirausaha, hingga akan semakin berjaya.

“Mereka tidak hanya diajarkan membuat produk tapi juga menjual produk itu, juga menghitung keuntungan dan risiko terukur,” kata Elmamber.

Editor: Nida Sahara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia