Prudential Gaet Standard Chartered Pasarkan PAYDI di Nasabah Priority dan Private Banking
JAKARTA, Investor.id - PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menggandeng Standard Chartered Bank (Standard Chartered) menghadirkan perlindungan lewat Produk Asuransi Yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI), khususnya untuk nasabah priority dan private banking.
Ivy Widjaja, Chief Partnership Distribution Prudential Indonesia mengatakan, Prudential Indonesia kali ini ingin menjangkau lebih banyak segmen nasabah priority dan private banking dengan menggandeng Standard Chartered.
“Kami optimistis nasabah priority dan private banking Standard Chartered sesuai dengan produk PAYDI yang ditawarkan, karena telah memahami konsep investasi yang menyertai produk asuransi jiwa. Jadi mereka bisa menentukan produk PAYDI yang sesuai dengan profil risiko mereka. Ini sangat penting agar hasil investasi yang diperoleh optimal dan sesuai yang diharapkan,” kata Ivy dalam pernyataan tertulisnya, yang diterima Sabtu (10/6/2023).
Sementara itu Meru Arumdalu, Head Of Wealth Management Standard Chartered Bank Indonesia mengatakan, sinergi menghadirkan ragam pilihan kepada nasabah dan calon nasabah untuk kebutuhan wealth management mereka.
Adapun ragam PAYDI yang ditawarkan lewat kanal Standard Chartered menyediakan ragam pilihan subdana investasi yang sesuai untuk profil risiko konservatif, moderat hingga agresif.
PRUInvestor Optima Account mengalokasikan 100% dari Premi Tunggal Dasar dan Premi Top-Up Tunggal untuk porsi investasi, sehingga cocok untuk kebutuhan nasabah/calon nasabah high net worth (HNW) dan telah memahami konsep PAYDI. Dengan alokasi investasi 100% dari premi tunggal sejak polis terbit, dan dilengkapi dengan tambahan loyalty bonus yang diberikan sebesar 1% dari nilai tunai yang terbentuk dari Saldo Unit Premi Tunggal setiap periode 3 tahun, dimulai dari akhir tahun ke-5 Polis yang berpotensi meningkatkan nilai investasi nasabah.
Sementara itu, PRUWealth Maxima Account menawarkan alokasi investasi 100% dari premi berkala dengan tambahan Alokasi Premi Berkala 3% untuk mata uang Rupiah/1.5% untuk mata uang Dolar Amerika Serikat yang dimulai sejak Ulang Tahun Polis ke-5 dan Loyalty Bonus pada Ulang Tahun Polis ke-10 untuk investasi jangka panjang, dan tersedia dalam mata uang rupiah atau dolar AS. Produk ini juga menawarkan manfaat asuransi kesehatan tambahan, PRUPrime Healthcare Plus Pro, yang tersedia dalam mata uang rupiah dan dapat melengkapi perlindungan asuransi yang dibutuhkan nasabah/calon nasabah.
Dan, PRUPrime Healthcare Pro Plus merupakan produk asuransi tambahan yang menawarkan pembayaran manfaat asuransi kesehatan sesuai tagihan rumah sakit dan plan yang dipilih. Produk yang berfokus pada manfaat perlindungan kesehatan ini memiliki cakupan yang luas dengan manfaat telehealth di Indonesia hingga Malaysia dan Singapura untuk diagnosis kanker. Fleksibilitas dalam memilih rumah sakit rekanan merupakan fitur yang menarik untuk nasabah segmen mapan yang menginginkan pilihan akses kesehatan hingga ke luar negeri.
“Kerja sama yang telah terjalin dengan Standard Chartered sejak 2015 ini diharapkan menjadi solusi yang tepat bagi nasabah priority dan private banking dalam memenuhi kebutuhan jangka panjang melalui PAYDI, agar mereka #YakinMelangkah untuk mendapatkan yang terbaik dalam hidup, kini hingga nanti,” tutup Ivy.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Tag Terpopuler
Terpopuler






