BCA (BBCA) Incar AUM Bisnis Wealth Management Tumbuh 30%
JAKARTA, investor.id – Prospek bisnis wealth management tahun ini diprediksi masih ciamik. Hal ini membuat PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memasang target pertumbuhan dana kelolaan (asset under management/AUM) di akhir tahun ini sebesar 30% secara tahunan (year on year/yoy).
Tren pertumbuhan AUM disebut akan terus meningkat hingga akhir tahun ini. Direktur BCA Haryanto T. Budiman mengatakan, saat ini perseroan memiliki lebih dari 30 juta nasabah. Dengan banyaknya nasabah tersebut, bank bersandi saham BBCA ini ingin memperluas bisnisnya bukan hanya sebagai transaction banking, tapi juga ke wealth management.
Kesadaran untuk berinvestasi dan berasuransi seyogyanya bertumbuh sejalan dengan pemahaman terhadap berbagai produk investasi dan proteksi yang ditawarkan. Melalui pilihan yang tepat, masyarakat dapat mengelola aset yang dimiliki untuk mencapai target finansial yang diharapkan dan disesuaikan dengan ragam kebutuhan di masa depan.
Pada saat yang sama, EVP Wealth Management BCA Ugahary Yovvy Chandra memaparkan, hingga Juli 2023, dana kelolaan bisnis wealth management perseroan hampir menyentuh Rp 170 triliun, melesat 50% (yoy). Pertumbuhan yang tinggi tersebut karena perseroan gencar melakukan edukasi investasi sejak 2021, sehingga banyak nasabah yang berinvestasi melalui aplikasi wealth management BCA, yakni Welma.
“Ini buah dari kepercayaan nasabah kepada BCA, kami masukan semua segmen yang sekarang mostly Solitaire dan Prioritas. Tahun ini, kami ingin mencapai lebih dari Rp 180 triliun, naik 30% di akhir tahun untuk dana kelolaan,” jelas Yovvy dalam konferensi pers BCA Wealth Summit 2023 di Jakarta, Rabu (23/8/2023).
Target tersebut bisa dicapai sejalan dengan edukasi dan literasi yang dilakukan BCA setiap bulannya kepada nasabah. Hal ini untuk memberikan pandangan BCA terhadap tren investasi, sehingga nasabah mengerti dan bisa meningkatkan dananya terus untuk diinvestasikan.
Pada Wealth Summit 2022, BCA mencatatkan terdapat 4 ribu investor baru yang mendaftar di acara tersebut. Tahun ini, diharapkan meningkat 25% dari gelaran 2022. “Kami bukan dari angkanya, karena bisa saja setelah Wealth Summit 2023 ini mereka mengerti, tapi buka investasinya tidak di Summit. Yang penting, penyampaiannya sampai, bukan dari angkanya,” sambung Yovvy.
Saat ini, terdapat 120 produk investasi yang ditawarkan BCA kepada para nasabahnya untuk berinvestasi. Ke depan, diharapkan pilihan produk semakin banyak atau mencapai 150 produk. BCA juga menilai bahwa instrumen investasi berbasis ESG menjadi yang populer dipilih nasabah wealth management.
“Memang investasi ESG itu diminati para nasabah, karena perusahaan yang settle menerapkan GCG jadi pertumbuhannya juga paling tinggi. Ke depan juga akan terus tumbuh, makanya kami juga menambah produk ESG lainnya, karena bagaimanapun topik itu menarik,” urai Yovvy.
Kali ini, BCA akan kembali melaksanakan BCA Wealth Summit 2023 dengan mengangkat tema Find Your Way to Infinite Wealth. BCA akan menghadirkan rangkaian acara dan panelis ahli yang akan berbagi wawasan dan strategi yang dapat diimplementasikan nasabah untuk mencapai kemandirian finansial yang berkelanjutan.
Haryanto menjelaskan, melihat antusiasme nasabah dan masyarakat yang meramaikan acara BCA Wealth Summit tahun lalu, di mana jumlah pengunjung online dan offline mencapai 1 juta lebih, pihaknya terdorong untuk kembali melaksanakan acara ini di 2023.
“Melalui BCA Wealth Summit, kami akan memberikan beragam insight dan pengetahuan kepada nasabah BCA pada khususnya dan masyarakat pada umumnya tentang cara pengelolaan keuangan secara holistic serta produk-produk finansial yang dapat mendukung mereka mencapai tujuan finansial mereka,” imbuh dia.
BCA Wealth Summit 2023 akan dilaksanakan secara hybrid. Nasabah membership BCA akan mendapatkan undangan untuk menghadiri sesi offline yang dilaksanakan pada 30-31 Agustus 2023 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. Adapun nasabah BCA dan masyarakat umum dapat mengikuti kegiatan BCA Wealth Summit online pada tanggal 1-15 September 2023 melalui www.bca.co.id/wealthsummit2023.
Editor: Nida Sahara
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






