Jumat, 15 Mei 2026

Abu Dhabi Islamic Bank Minat Beli Saham BSI (BRIS) US$ 1,1 Miliar

Penulis : Prisma Ardianto
18 Apr 2024 | 15:17 WIB
BAGIKAN
Gedung kantor PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI. (B-Universe Photo/Ehardum)
Gedung kantor PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI. (B-Universe Photo/Ehardum)

JAKARTA, investor.id – Abu Dhabi Islamic Bank (ADIB) disebut dalam pembicaraan untuk membeli 15% saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atai BSI. Adapun nilai transaksi untuk saham minoritas di bank syariah terbesar di Indonesia itu mencapai US$ 1,1 miliar.

Melansir Reuters pada Kamis (18/4/2024), minat investasi dari Abu Dhabi Islamic Bank didasarkan pada peluang yang ada, khususnya pasar yang berkembang pesat di Asia Tenggara. Abu Dhabi Islamic Bank disebut berminat untuk mengakuisisi 15% saham BSI yang dimiliki oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI.

Abu Dhabi Islamic Bank memiliki aset mencapai 192,8 miliar dirham (US$ 52,51 miliar) pada akhir Desember tahun 2023. Perusahaan tercatat memiliki jaringan di negara-negara termasuk Arab Saudi, Inggris, dan Mesir.

ADVERTISEMENT

Sementara BSI membukukan total aset di akhir 2023 mencapai Rp 353,63 triliun atau tumbuh 15,7% year on year (yoy). Dari sisi profitabilitas, BRIS juga berhasil membukukan laba bersih senilai Rp 5,7 triliun di akhir Desember 2023, melesat 33,8% (yoy).

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan bahwa perwakilan Indonesia sudah berkeliling ke negara-negara Timur Tengah untuk menggaet calon mitra strategis maupun calon investor BSI. Negara-negara yang dimaksud adalah Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA).

“Selama roadshow kami, ada pembicaraan tentang investasi di BSI, tetapi mereka (calon investor) menginginkan (saham) lebih dari 10%. Ini lebih tinggi dari yang kami tawarkan, yaitu antara 10% hingga 11%,” kata Erick kepada wartawan di Jakarta, Selasa (19/12/2023).

Erick tidak menjelaskan secara rinci calon investor mana yang menginginkan porsi kepemilikan saham lebih besar dari yang ditawarkan Indonesia. Tapi tentu, kata dia, hal ini perlu dipertimbangkan lebih lanjut oleh pihak Indonesia, termasuk oleh pemegang saham BSI yakni Mandiri, BRI, dan BNI.

“Mereka (calon investor) bertanya apakah kami bisa memberikan 15-20% saham sehingga mereka bisa menjadi mitra strategis. Tapi ini adalah sesuatu yang perlu didiskusikan oleh para pemegang saham Mandiri, BRI, dan BNI,” beber Erick.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia