Jumat, 15 Mei 2026

RHB Sekuritas Proyeksi Fed Pangkas Suku Bunga pada November 2024

Penulis : Vinnilya Huanggrio
16 Mei 2024 | 14:13 WIB
BAGIKAN
Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell di Washington, AS. (Foto: istimewa)
Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell di Washington, AS. (Foto: istimewa)

JAKARTA, investor.id – Bank Sentral Amerika Serikat (AS) diprediksi pangkas suku bunga acuan pada November 2024, berkat inflasi inti AS yang mengalami tren penurunan secara bulanan (month on month/mom).

Menurut data Biro statistik Tenaga Kerja AS, tren penurunan inflasi inti AS mulai terjadi dari bulan Januari-April 2024. Dimana tren penurunan tersebut dari angka 3,9% di bulan Januari kemudian 3,8% di bulan Februari dan Maret serta 3,6% di bulan April 2024.

Analis RHB Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi melihat potensi pemangkasan fed’s fund rate (FFR) sebanyak satu kali terjadi di bulan November, satu bulan lebih lambat dari proyeksi pasar.

ADVERTISEMENT

“Jadi memang sedikit berbeda (dari pasar) walaupun memang bisa ada katalis mengejutkan dari ekonomi China, dimana kalau kita lihat sebenarnya data-data industrial/ekonomi di China secara konsisten dari tahun lalu ini sudah menuju ke arah pemulihan,” kata Muhammad Wafi dalam Investor Market Opening, Kamis (16/5/2024).

Menurut Wafi, pemulihan ekonomi China yang terjadi lebih cepat dapat berdampak positif bagi negara lain termasuk negara adidaya seperti AS sehingga tidak menutup kemungkinan The Fed juga bisa terpengaruh menurunkan FFR lebih awal karena sentimen regional itu.

Sementara terkait penurunan inflasi, kata dia, The Fed tidak hanya akan fokus terhadap target 2%-nya saja, tetapi nampaknya juga turut memantau bagaimana tren penurunannya.

“Saya rasa ketika The Fed melihat sudah mendekati level 2% misalkan dan mereka juga banyak memperhitungkan juga faktor-faktor eksternal lain seperti geopolitik, harga komoditas dan lain sebagainya. Dengan situasi yang mungkin The Fed anggap sudah cukup kondusif, tidak menutup kemungkinan sebelum 2% FFR bisa diturunkan oleh The Fed,” pungkas Wafi.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 46 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 48 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia