Rugi Rp 16 Triliun, LPEI Pamer NPL Sudah Dibawah 5%
Lewat adanya perbaikan kualitas pembiayaan, LPEI juga akhirnya membukukan adanya pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang lebih baik. Pada 2023, NII LPEI mencapai Rp 923 miliar atau lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 776 miliar. Alhasil, PPOP perusahaan juga tercatat naik hampir dua kali lipat dari Rp 215 miliar menjadi Rp 402 miliar.
“Namun ditinjau dari profit (loss) after tax, karena kita melakukan penguatan secara signifikan akun-akun yang sudah bermasalah sejak lama, sehingga kita membukukan CKPN sekitar Rp 17 triliun dan kemudian profit (loss) after tax menjadi (rugi) Rp 16 triliun,” jelas Riyani.
Dengan kebijakan tersebut, NPL net LPEI memang mampu turun signifikan dari semula 10,4% pada 2022 menjadi 4,5% pada 2023. Menurut dia, angka itu masuk kategori sehat berdasarkan aturan OJK yang mengatur NPL maksimal sebesar 5%.
Kendati membukukan CKPN yang besar, rasio permodalan (capital adequacy ratio/CAR) LPEI masih berada di level memadai yaitu 17,8%. Riyani mengklaim bahwa angka tersebut berada di batas aman 8% dan bahkan masih dekat dengan sejumlah bank-bank komersial lainnya yang berada di posisi 20-29%.
Hingga akhir 2023, LPEI mencatat total nilai kredit/pembiayaan mencapai Rp 73,8 triliun, menurun dari tahun sebelumnya mencapai Rp 83,6 triliun. Penurunan ini diakibatkan fokus perusahaan untuk melakukan diversifikasi bisnis bisnis asuransi, trade finance, dan intensifikasi jasa konsultasi.
Secara rinci, bisnis asuransi mencatat nilai premi mencapai Rp 12,0 triliun. Bisnis trade finance menghasilkan pendapatan sebesar Rp 16,1 triliun. Serta akumulasi dana devisa sebesar Rp 917 miliar, berikut akumulasi eksportir baru sebanyak 613 enitas.
“Segmen korporasi masih menjadi tulang punggung pembiayaan, namun portofolio saat ini sudah semakin meningkat pembiayaan di level regional, yaitu semula hanya 16% menjadi 19% pada akhir 2023,” pungkas Riyani.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





