Jumat, 15 Mei 2026

Rugi Rp 16 Triliun, LPEI Pamer NPL Sudah Dibawah 5%

Penulis : Prisma Ardianto
1 Jul 2024 | 21:07 WIB
BAGIKAN
Direktur Eksekutif LPEI, Rijani Tirtoso. (Foto: istimewa)
Direktur Eksekutif LPEI, Rijani Tirtoso. (Foto: istimewa)

Lewat adanya perbaikan kualitas pembiayaan, LPEI juga akhirnya membukukan adanya pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang lebih baik. Pada 2023, NII LPEI mencapai Rp 923 miliar atau lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 776 miliar. Alhasil, PPOP perusahaan juga tercatat naik hampir dua kali lipat dari Rp 215 miliar menjadi Rp 402 miliar.

“Namun ditinjau dari profit (loss) after tax, karena kita melakukan penguatan secara signifikan akun-akun yang sudah bermasalah sejak lama, sehingga kita membukukan CKPN sekitar Rp 17 triliun dan kemudian profit (loss) after tax menjadi (rugi) Rp 16 triliun,” jelas Riyani.

Dengan kebijakan tersebut, NPL net LPEI memang mampu turun signifikan dari semula 10,4% pada 2022 menjadi 4,5% pada 2023. Menurut dia, angka itu masuk kategori sehat berdasarkan aturan OJK yang mengatur NPL maksimal sebesar 5%.

ADVERTISEMENT

Kendati membukukan CKPN yang besar, rasio permodalan (capital adequacy ratio/CAR) LPEI masih berada di level memadai yaitu 17,8%. Riyani mengklaim bahwa angka tersebut berada di batas aman 8% dan bahkan masih dekat dengan sejumlah bank-bank komersial lainnya yang berada di posisi 20-29%.

Hingga akhir 2023, LPEI mencatat total nilai kredit/pembiayaan mencapai Rp 73,8 triliun, menurun dari tahun sebelumnya mencapai Rp 83,6 triliun. Penurunan ini diakibatkan fokus perusahaan untuk melakukan diversifikasi bisnis bisnis asuransi, trade finance, dan intensifikasi jasa konsultasi.

Secara rinci, bisnis asuransi mencatat nilai premi mencapai Rp 12,0 triliun. Bisnis trade finance menghasilkan pendapatan sebesar Rp 16,1 triliun. Serta akumulasi dana devisa sebesar Rp 917 miliar, berikut akumulasi eksportir baru sebanyak 613 enitas.

“Segmen korporasi masih menjadi tulang punggung pembiayaan, namun portofolio saat ini sudah semakin meningkat pembiayaan di level regional, yaitu semula hanya 16% menjadi 19% pada akhir 2023,” pungkas Riyani.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 19 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia