OJK Proyeksi NPF Multifinance Masih Terjaga pada Tahun 2025
Lebih lanjut, sejalan dengan upaya menjaga tingkat pembiayaan bermasalah, OJK optimistis pembiayaan multifinance ke depan dapat terus bertumbuh. OJK sendiri menargetkan piutang pembiayaan multifinance dapat bertumbuh 10-12% pada tahun 2024 ini.
Dalam realisasinya, piutang pembiayaan dari multifinance menembus Rp 501,78 triliun sampai September 2024. Namun, angka ini tercatat hanya bisa bertumbuh dalam kisaran single digit atau sebesar 9,39% year on year (yoy).
Agusman tetap yakin terhadap target yang telah dicanangkan, apalagi masih ada sisa waktu bagi multifinance untuk memacu penyaluran pembiayaan pada tahun ini. Kendati memang, ia memprediksi piutang multifinance akan bertumbuh dalam kisaran bawah 10-12% atau bahkan mungkin dapat lebih rendah.
Salah satu yang diharapkan bisa bangkit adalah lini pembiayaan kendaraan bermotor. Berdasarkan catatan OJK, piutang pembiayaan pokok kendaraan bermotor per September 2024 masih mengalami peningkatan sebesar 9,93% (yoy) menjadi Rp 408,72 triliun.
“Hal ini menunjukkan penyaluran pembiayaan masih tetap tumbuh positif di tengah penurunan penjualan kendaraan bermotor,” kata Agusman.
Nilai piutang pembiayaan kendaraan bermotor senilai Rp 408,72 triliun sekaligus mencerminkan kontribusi besarnya yakni mencakup 81,45% dari total piutang multifinance. Pada saat yang sama, hal tersebut sekaligus mencerminkan eksposur risiko yang melekat pada multifinance.
Oleh karena itu, Agusman turut mengimbau kepada masyarakat agar benar-benar memahami hak dan kewajibannya dalam pembiayaan kendaraan bermotor, khususnya tentang skema fidusia. Hal ini dilakukan untuk menghindari konflik di masa depan, apalagi jika tengah dihadapkan pada tantangan daya bayar.
“Masyarakat diimbau untuk memahami isi perjanjian pembiayaan secara menyeluruh sebelum menandatanganinya guna meminimalkan potensi konflik atau kesalahpahaman yang dapat merugikan kedua belah pihak di kemudian hari. Jika debitur mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban pembayaran, disarankan untuk segera menghubungi Perusahaan Pembiayaan guna memperoleh solusi terbaik bagi kedua belah pihak,” jelas Agusman.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






