AAJI: Masyarakat Masih Mempertahankan Polis saat Ekonomi Sulit
JAKARTA, investor.id - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyatakan bahwa semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya proteksi asuransi jiwa. Hal itu terbukti dari pertumbuhan dari jenis premi dari bisnis lanjutan.
Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon menyampaikan, total pendapatan premi asuransi jiwa periode Januari-September 2024 tumbuh tipis 0,2% year on year (yoy) menjadi Rp 132,27 triliun. Tren itu didorong oleh meningkatnya pendapatan premi lanjutan yang naik 4,2% (yoy) menjadi Rp 56,60 triliun.
“Kami memandang pertumbuhan ini sangat baik karena mulai mencerminkan banyak masyarakat yang sudah paham pentingnya proteksi asuransi jiwa. Oleh karenanya mereka mempertahankan polisnya di tengah-tengah tantangan perekonomian,” ungkap Budi dalam konferensi pers Kinerja Asuransi Jiwa: Januari-September 2024 yang dipantau secara daring, pada Jumat (29/11/2024).
Premi asuransi merujuk Manulife, merupakan sejumlah pembayaran yang ditetapkan sebagai biaya pengalihan risiko dari pemegang polis kepada penyedia asuransi. Besaran premi ditentukan penyedia asuransi yang dalam hal ini adalah perusahaan asuransi, dan disepakati oleh pemegang polis.
Pemegang polis biasanya diberi pilihan untuk tempo pembayaran premi, mulai dari premi bulanan, premi kuartalan, premi semesteran, atau premi tahunan. Adapun premi lanjutan, berdasarkan penjelasan AAJI merupakan premi yang dibayarkan tahun kedua dan selanjutnya.
Sementara polis asuransi adalah kontrak perjanjian kerjasama tertulis antara perusahaan penyedia asuransi dengan nasabah atau pemegang polis. Polis asuransi biasanya memuat syarat umum polis, perincian hak dan kewajiban penyedia asuransi dan pemegang polis, manfaat asuransi, pengecualian proteksi, hingga hal-hal yang bisa membatalkan polis.
Baca Juga:
Laba Asuransi Jiwa Longsor 10%Budi menerangkan, tren premi asuransi lanjutan atau premi yang dibayarkan tahun kedua dan selanjutnya dapat menjadi rujukan bagi perusahaan asuransi jiwa dalam menyusun strategi bisnis untuk tahun 2025 mendatang.
“Pertumbuhan ini tentunya menjadi motivasi dari kami di industri asuransi jiwa untuk mulai menyusun strategi bisnis tahun depan dengan lebih positif, dengan lebih optimis. Tentunya dengan tetap memerhatikan faktor lain yang mungkin akan memengaruhi kinerja industri,” ucap Budi.
Jumlah Polis Sebenarnya Turun
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






