AAJI: Masyarakat Masih Mempertahankan Polis saat Ekonomi Sulit
Berbanding terbalik dengan tren premi, data AAJI menunjukkan bahwa sejatinya jumlah polis asuransi jiwa periode Januari-September 2024 turun secara signifikan. Jumlah polis asuransi jiwa turun sampai dengan 26,0% (yoy), dari sebanyak 25,52 juta polis menjadi 18,88 juta polis.
Penurunan polis ini utamanya dicatatkan dari segmen perorangan. Jumlah polis perorangan turun 26,5% (yoy) menjadi 18,58 juta polis. Sedangkan polis kumpulan naik 18,4% (yoy) menjadi sebanyak 0,30 juta polis.
Di samping premi bisnis lanjutan, premi bisnis baru (weighted) dari asuransi jiwa tumbuh 6,0% (yoy) menjadi Rp 27,80 triliun. Sebaliknya, premi bisnis baru (Unweighted) turun 2,6% (yoy) menjadi Rp 75,67 triliun.
Budi menyatakan, bisnis asuransi jiwa merupakan bisnis kepercayaan antara perusahaan asuransi dengan para pemegang polis. Kepercayaan dibangun melalui prinsip itikad baik dari kedua belah pihak yaitu perusahaan asuransi jiwa dan pemegang polis.
“Dari sisi perusahaan sebagai penyedia layanan proteksi wajib memenuhi tanggung jawabnya untuk membayarkan klaim dan memberikan pelayanan yang optimal dan maksimal kepada pemegang polis sesuai dengan kontrak (polis) yang disepakati oleh kedua belah pihak,” kata dia.
“Begitu pula dari sisi pemegang polis, yang wajib mematuhi dan memahami setiap ketentuan yang tercatat dalam polis, termasuk berperilaku jujur,” demikian jelas Budi.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler





