Kredit Bank, Pembiayaan Multifinance, hingga Pinjaman Fintech Lending Tumbuh Positif pada 2024
JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan sepanjang 2024 mencapai Rp 7,827 triliun. Jumlah ini tumbuh double digit sesuai target dan mencapai 10,39% secara year on year (yoy), sesuai dengan rentang target 9-11%.
“Dari aspek intermediasi, perbankan telah menyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp 7,827 triliun,” ujar Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar dalam Pertemuan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) Tahun 2025 di JCC, Jakarta, Selasa (11/2/2025).
Di sisi lain, Mahendra juga menerangkan bahwa piutang pembiayaan multifinance tumbuh 6,92% (yoy) atau menjadi Rp 503,43 triliun. Di sisi lain, outstanding pinjaman dari fintech p2p lending tumbuh 29,14% (yoy) atau mencapai Rp 77,02 triliun.
Baca Juga:
Kualitas Kredit Perbankan Makin SehatDia mengungkapkan, pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) yang dilakukan oleh perbankan dan perusahaan pembiayaan masing-masing tercatat Rp 22,12 triliun dan Rp 6,82 triliun atau tumbuh masing-masing 43,76% (yoy) dan 37,6% (yoy). Adapun pembiayaan dari industri pergadaian tercatat sebesar Rp 88,06 triliun atau tumbuh 66,09% (yoy).
Mahendra mengakui, tahun 2024 menjadi tahun yang penuh tantangan seperti tingginya tensi geopolitik, divergensi pemulihan ekonomi, dan fragmentasi perdagangan global, serta pelaksanaan pemilihan umum di berbagai negara besar, termasuk Indonesia.
Baca Juga:
Kredit Rp 2.237 Triliun Belum TerserapDi tengah hal tersebut, perekonomian dan sektor dasar keuangan Indonesia menunjukkan resiliensi dan tetap tumbuh baik. Adapun pertumbuhan ekonomi sepanjang 2024 tercatat 5,03% dengan indikator kinerja sektor dasar keuangan yang positif dan didukung oleh fondasi permodalan yang solid, likuiditas yang mencukupi, dan profil risiko yang dikelola dengan baik.
“Pertumbuhan ekonomi sepanjang 2024 tercatat 5,03% dengan indikator kinerja sektor dasar keuangan yang positif dan dibukung oleh fondasi permodalan yang solid,” ujar Mahendra.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






