Jumat, 15 Mei 2026

Kata Ketum Himbara Sunarso Soal Danantara

Penulis : Nida Sahara
24 Feb 2025 | 21:00 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama BRI Sunarso dalam konferensi pers Paparan Kinerja Keuangan BRI Kuartal IV-2024, Rabu (12/2/2025). (ist)
Direktur Utama BRI Sunarso dalam konferensi pers Paparan Kinerja Keuangan BRI Kuartal IV-2024, Rabu (12/2/2025). (ist)

JAKARTA, investor.id - Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) atau Danantara Indonesia pada Senin, 24 Januari 2025 di Halaman Istana Merdeka, Jakarta.

Tiga dari tujuh BUMN yang dikelola Danantara antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang merupakan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Ketua Umum Himbara Sunarso yang juga merupakan Direktur Utama BRI meyakini setelah peluncuran hari ini, Danantara bisa meraih hasil yang baik ke depannya.

ADVERTISEMENT

"Danantara diniatkan dengan niat baik, direncanakan dengan baik, dijalankan dengan baik. Optimis akan mencapai hasil yang baik dengan ridho Allah SWT. Amin Ya Robbal Alamin," ucap Sunarso kepada Investor Daily, Senin (24/2/2025).

Presiden Prabowo pada pidatonya mengatakan bahwa dana sebesar Rp 300 triliun atau US$ 200 miliar akan dikelola oleh Danantara. Dana tersebut merupakan uang yang berhasil diamankan oleh pemerintah selama 100 hari kinerja dari efisiensi.

Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria menyampaikan, penyertaan modal Danantara tidak akan mengambil dana masyarakat di bank BUMN. Oleh sebab itu, masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan uangnya yang ditempatkan di bank BUMN karena Danantara akan diawasi secara berlapis.

”Tadi kan, sudah dapat penjelasan mengenai Danantara seperti apa. Pengawasannya berlapis dan bukan uang masyarakat yang dipakai untuk modal Danantara. Nah, ini harus diluruskan,” jelas dia.

Kinerja Himbara

Adapun, Sepanjang tahun 2024, kinerja keuangan Himbara mencatatkan pertumbuhan positif. Tiga dari empat bank pelat merah yang masuk dalam Danantara meraup laba bersih sebesar Rp 137,39 triliun, meningkat dibandingkan dengan periode 2023 senilai Rp 136,07triliun.

Apabila dirinci, secara konsolidasi BRI mengantongi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik mencapai Rp 60,15 triliun sepanjang 2024, tumbuh dibandingkan dengan tahun 2023 yang tercatat Rp 60,1 triliun. 

Berikutnya, Bank Mandiri meraup laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp 55,78 triliun, naik 1,31% (yoy). Kemudian, BNI juga membukukan laba bersih pada tahun 2024 senilai Rp 21,46 triliun, meningkat 2,63% dibandingkan dengan periode 2023 yang sebesar Rp 20,91 triliun.

Dari sisi penghimpunan simpanan, BBRI, BMRI, dan BBNI menghimpun total dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp 3.869,863 triliun. Di mana, BRI berhasil menghimpun simpanan sebesar Rp 1.365,45 triliun, dengan CASA mencapai 67,30% atau Rp 918,98 triliun. Bank Mandiri mencatatkan simpanan sebesar Rp 1.698.9 triliun, tumbuh 7,73% (yoy), dengan CASA mendominasi 80,3% dari total DPK. 

BNI pun juga terus memperkuat basis pendanaannya, terutama dari segmen tabungan ritel. Tercatat, tabungan BNI tumbuh sebesar 11% (yoy), dari Rp 232 triliun pada tahun 2023 menjadi Rp 258 triliun pada tahun 2024. 

Simpanan yang kuat dari Himbara tersebut berdampak pada penyaluran kredit yang optimal. Sepanjang 2024, penyaluran kredit tiga bank BUMN tumbuh dua digit 13,14% (yoy) mencapai Rp 3.801,06 triliun. Penyaluran kredit yang besar tersebut menunjukkan komitmen bank pelat merah untuk mendukung perekonomian nasional.

Adapun, BRI telah menyalurkan kredit secara konsolidasi sebesar Rp 1.354,64 triliun, tumbuh 6,96% (yoy) yang mayoritas diberikan kepada segmen UMKM. Lalu, kredit yang disalurkan Bank Mandiri senilai Rp 1.670,55 triliun, meningkat 19,49% (yoy) dengan segmen wholesale sebagai motor utama pertumbuhan.

Kemudian, BNI juga mencatatkan pertumbuhan kredit 11,62% sepanjang 2024 menjadi Rp 775,87 triliun, dibandingkan dengan penyaluran kredit 2023 yang senilai Rp 695,08 triliun. Pertumbuhan tersebut seiring dengan pemulihan ekonomi nasional dan ekspansi kredit yang prudent. 

Sementara itu, total aset tiga bank pelat merah mencapai Rp 5.550,01 triliun. Berasal daari aset BMRI yang mencapai Rp 2.427,22 triliun, aset BBRI senilai Rp 1.992,98 triliun, dan BNI mencatatkan total aset Rp 1.129,81 triliun.

Editor: Nida Sahara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia