Jumat, 15 Mei 2026

Tiga Direksi Diboyong ke BBRI dan BMRI, BRIS Pede Kinerja Tetap Solid

Penulis : Nida Sahara
25 Mar 2025 | 20:28 WIB
BAGIKAN
Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta (kiri) menyapa nasabah (kanan) yang sedang bertransaksi di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Kantor Cabang The Tower Jakarta. (ist)
Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta (kiri) menyapa nasabah (kanan) yang sedang bertransaksi di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Kantor Cabang The Tower Jakarta. (ist)

Sejak merger pada tahun 2021 hingga 2024, BSI mencatatkan pertumbuhan solid dan berada di atas rerata pertumbuhan bisnis perbankan nasional. Peningkatan aset BSI sebesar Rp 173 triliun dari Rp 236 triliun di awal merger (Februari 2021) menjadi Rp 409 triliun di Desember 2024. Pertumbuhan ini meningkatkan posisi BSI menjadi peringkat enam di industri perbankan nasional.

Adapun dana pihak ketiga (DPK) naik sebesar Rp 121 triliun, dari Rp 206 triliun di Februari 2021 menjadi Rp 327 triliun pada akhir tahun buku 2024. Sedangkan dari penyaluran pembiayaan mencapai Rp 278 triliun tumbuh Rp 121 triliun dengan kualitas pembiayaan yang baik dengan NPF gross 1,90%.

Pun dari sisi bottom line, kinerja BSI sangat baik dengan pertumbuhan rata-rata double digit. Laba BSI pada akhir 2020 Rp 2,1 triliun dan pada akhir tahun buku 2024 telah menjadi Rp 7 triliun atau naik lebih dari tiga kali lipat dalam empat tahun. 

ADVERTISEMENT

Selain itu BSI juga berhasil mengokohkan diri masuk sebagai Top 9 Global Islamic Bank dari sisi kapitalisasi pasar pada tahun 2024, satu tahun lebih cepat dari aspirasi awal di mana diharapkan masuk sebagai Top 10 Global Islamic bank pada tahun 2025. 

Capaian ini didukung oleh strategi bisnis yang tepat, konsistensi literasi dan edukasi perbankan syariah ke masyarakat dan juga peran nahkoda handal dari Direktur Utama BSI Hery Gunardi.

Editor: Nida Sahara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 52 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 54 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia