OJK akan Merevisi Target Pembiayaan Multifinance
JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan akan meninjau ulang atau mereviu secara berkala target pertumbuhan pembiayaan multifinance, dengan menimbang kondisi perekonomian global dan domestik. Saat ini, target pertumbuhan pembiayaan multifinance ditetapkan sebesar 8-10% untuk tahun 2025.
Sebagai konteks, nilai piutang pembiayaan multifinance tumbuh 5,92% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 504,33 triliun pada Februari 2025. Pertumbuhan itu menegaskan pelambatan selama delapan bulan berturut-turut sejak Juli 2024.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK (KE PVML) OJK, Agusman menjelaskan bahwa perlambatan pertumbuhan pembiayaan itu disebabkan penurunan penjualan kendaraan di sektor industri otomotif.
“Perlambatan pertumbuhan industri pembiayaan antara lain dikarenakan adanya penurunan penjualan kendaraan di industri otomotif yang merupakan salah satu objek pembiayaan terbesar di industri pembiayaan,” ungkap Agusman kepada wartawan, dikutip pada Jumat (18/4/2025).
Sebagai gambaran, perlambatan pertumbuhan dicatatkan salah satunya dari penyaluran pembiayaan pada kendaraan bermotor per Februari 2025 yang hanya bertumbuh 7,34% yoy menjadi sebesar Rp 355,31 triliun.
Pembiayaan kendaraan diperkirakan masih dapat bertumbuh positif pada tahun 2025 di tengah meningkatnya dinamika perekonomian, baik global maupun domestik.
Baca Juga:
Daya Beli Belum Pulih MerataSebagai penopang adalah pembiayaan dari jenis kendaraan bekas. Hingga Februari 2025, jenis pembiayaan kendaraan bekas di multifinance tercatat mencapai 15,56% yoy menjadi sebesar Rp 117,06 triliun.
OJK memperkirakan pembiayaan kendaraan bekas juga masih dapat tumbuh secara positif pada tahun 2025, di tengah dinamika perekonomian akhir-akhir ini.
Niat Merevisi Target
Menelisik ke belakang, tren perlambatan pertumbuhan pembiayaan multifinance sejatinya telah berlangsung sejak Juli 2024. Akhirnya target pertumbuhan pembiayaan multifinance sebesar 10-12% yang dicanangkan OJK untuk tahun buku 2024 pun meleset, lantaran realisasinya hanya sebesar 6,82% yoy.
Sementara untuk tahun 2025, OJK menargetkan pembiayaan multifinance dapat bertumbuh 8-10%, mencerminkan realisasi yang lebih tinggi dari tahun lalu. Tapi memandang perkembangan perekonomian terkini, OJK membuka diri untuk merevisi target tersebut.
Organization for Economic Cooperation and Development alias OECD menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 menjadi 4,9%. Sebelumnya dalam publikasi OECD Economic Outlook Desember 2024, organisasi ekonomi yang berisi banyak negara maju itu memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,2% pada 2025.
“Piutang multifinance diproyeksikan tumbuh sebesar 8%-10% pada tahun 2025. Proyeksi tersebut akan di-review secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian global dan domestik,” tandas Agusman.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






