Dua Alasan Kinerja Kredit Jadi Melandai
JAKARTA, investor.id – Kinerja kredit perbankan tumbuh melambat pada Maret 2025. Beberapa alasannya adalah terjadi normalisasi efek pemilu pada tahun lalu dan adanya kecenderungan pelaku usaha menahan ekspansi.
Mengacu data Bank Indonesia (BI), pertumbuhan kredit hingga Maret 2025 mencapai 9,16% secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Maret 2024 yang sebesar 12,4% yoy maupun dibandingkan perkembangan Februari 2025 sebesar 10,3% yoy.
Ekonom Bank Danamon, Hosianna Evalita Situmorang menjelaskan bahwa penurunan pertumbuhan kredit perbankan ke level single digit bukanlah tanpa alasan. Setidaknya ada dua alasan yang bisa menerangkan kondisi tersebut dari sisi permintaan kredit (credit demand).
Pertama, periode awal tahun 2024 lalu terdapat dorongan Pemilu sehingga ikut mengerek pertumbuhan kredit. Permintaan kredit khususnya sebelum Pemilu cukup tinggi, sebagai antisipasi pelaku usaha atas risiko ketidakpastian yang timbul dari pemerintahan baru.
“Dan kita lihat, jadinya saat ini sebenarnya sedang ke arah normalisasi. Jadi kalau tahun lalu tumbuhnya cenderung lebih tinggi, maka di tahun ini seolah-olah tercatat melandai untuk pertumbuhan kreditnya, gitu. Ini yang kita lihat yang pertama adalah dari sisi normalisasi,” ucap Hosianna, Jumat (25/4/2025).
Kedua, kombinasi antara penurunan jumlah kelas menengah dan kondisi terkini dari dunia usaha. Hosiana mengatakan, saat ini banyak perusahaan yang menahan diri untuk melakukan ekspansi.
Baca Juga:
Perbankan Kesulitan Meningkatkan DPKDia pun berharap pelambatan kinerja kredit di awal tahun 2025 ini terjadi sementara waktu saja. Sebab, perlu juga dicermati kelanjutan dari kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) ke depan, yang berpotensi memperburuk situasi perekonomian global dan domestik.
“Harapannya adalah nanti selanjutnya di paruh kedua tahun ini pertumbuhan kreditnya bisa kembali normal di double digit,” pungkas Hosianna.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






