Jumat, 15 Mei 2026

Pendapatan Premi Jasindo Capai Rp 4,02 Triliun pada 2024

Penulis : Imam Suhartadi
26 Apr 2025 | 08:02 WIB
BAGIKAN
Gedung Kantor PT Asuransi Jasa Indonesia atau Jasindo. (Foto: istimewa)
Gedung Kantor PT Asuransi Jasa Indonesia atau Jasindo. (Foto: istimewa)

JAKARTA, investor.id— PT Asuransi Jasa Indonesia (Asuransi Jasindo), perusahaan asuransi umum anggota Indonesia Financial Group (IFG), menutup tahun 2024 dengan pencapaian kinerja keuangan yang positif. Jasindo juga berkomitmen untuk mendorong inklusi keuangan dan literasi asuransi ke seluruh wilayah Indonesia.

Pada 2024, total pendapatan premi Jasindo mencapai Rp4,02 triliun, naik 21,65% dibandingkan 2023. Laba bersih Perusahaan juga melonjak 52,91% menjadi Rp157,33 miliar. Selain pencapaian keuangan, Risk Based Capital (RBC) Jasindo pada akhir 2024 tercatat sebesar 150,40%.

“Kinerja positif ini merupakan hasil dari upaya penguatan mitigasi risiko, di mana Jasindo berfokus pada penerapan prudent underwriting dan menyesuaikan profil risiko dengan risk apetite perusahaan sehingga kinerja positif perusahaan dapat lebih sustain,” kata Andy Samuel, Direktur Utama Asuransi Jasindo di Jakarta, Kamis (25/4/2025)..

ADVERTISEMENT

Pertumbuhan kinerja positif Asuransi Jasindo tak lepas dari kontribusi kuat Lini Bisnis andalan perusahaan, seperti Asuransi Properti yang mencatatkan hasil underwriting sebesar Rp145,23 miliar tumbuh signifikan sebesar Rp59,71 miliar atau 69,82%.

Di sisi lain, Asuransi Rekayasa turut memberikan kontribusi sebesar Rp26,07 miliar, disusul oleh Asuransi Cargo yang melonjak hingga Rp20,34 miliar, mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 138,98% atau setara Rp11,83 miliar.

Keberhasilan ini semakin diperkuat dengan strategi mitigasi risiko yang efektif dan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko.

Perbaikan menyeluruh pada sisi loss ratio menjadi salah satu kunci utama Jasindo dalam menjaga kinerja bisnis yang sehat dan berkelanjutan. 

Peningkatan Produk Unggulan

Beberapa lini produk utama Jasindo menunjukkan peningkatan signifikan, yang turut mendorong pertumbuhan premi dan memperluas portofolio bisnis perusahaan:.

Asuransi Cargo tumbuh 27,64%, sejalan dengan meningkatnya aktivitas distribusi dan perdagangan nasional.

Asuransi Engineering meningkat 15,29%, didorong oleh ekspansi dan peningkatan proyek infrastruktur strategis nasional.

Sedangkan asuransi Marine Hull naik 20,63%, mencerminkan peningkatan kebutuhan proteksi armada pelayaran.

Asuransi Kendaraan tumbuh 10,12%, mencerminkan pertumbuhan segmen ritel dan distribusi otomotif nasional..

Asuransi Energy Offshore melonjak 51,96%, menegaskan dominasi Jasindo dalam sektor migas..

Selanjutnya, asuransi Energy Onshore mencatat pertumbuhan tertinggi 93,79%, seiring meningkatnya proyek energi di daratan..

"Asuransi Liability naik 3,42%, mengindikasikan tren positif pada kesadaran mitigasi risiko hukum dan gant irugi," ujarnya. 

Asuransi Usaha Tani Padi

Sepanjang tahun 2024, Jasindo telah melindungi lebih dari 464.957 petani dengan cakupan lahan 278.832 hektare di seluruh Indonesia yang menjadi komitmen perusahaan dalam mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.

Sepanjang 2019 hingga 2024 Jasindo telah memberikan perlindungan kepada lebih dari 4,5 juta petani dengan lebih dari 3 juta hektare lahan padi dan telah menyalurkan klaim sebesar lebih dari Rp386 miliar.

Lalu sebagai upaya peningkatan literasi asuransi di Indonesia, Jasindo menjalankan program edukasi asuransi nasional dengan mengangkat tema "Jasindo Goes to School & Campus", mencakup 30 kota dan lebih dari 6.200 pelajar dan mahasiswa.

“Inisiatif ini mendapatkan penghargaan Rekor MURI karena perusahaan berhasil memberikan polis asuransi kecelakaan diri kolektif senilai Rp103 miliar kepada siswa SMA di seluruh wilayah Indonesia,” katanya.

Di sisi sosial melalui program CSR, Jasindo telah banyak menyalurkan bantuan dan dukungan yang mencakup bidang pendidikan, lingkungan hidup, dan penguatan UMKM. 

“Kami percaya, nilai perusahaan tercermin dari dampak positif yang dihasilkan. Kinerja finansial hanyalah satu sisi, kebermanfaatan sosial adalah sisi lainnya,” tutup Andy.



 

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia