Jumat, 15 Mei 2026

Danantara Dorong BSI Perkuat Sinergi dengan BUMN Lain

Penulis : Nida Sahara
29 Apr 2025 | 14:55 WIB
BAGIKAN
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan P. Roeslani (tengah), Plt. Direktur Utama BSI Bob T. Ananta (kiri), dan Wakil Ketua Dewas Danantara sekaligus Komisaris Utama BSI Muliaman D. Hadad (kanan) pada acara BSI Global Islamic Finance Summit (GIFS) 2025 di Jakarta, Selasa (29/4/2025). (Investor Daily/Nida Sahara)
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan P. Roeslani (tengah), Plt. Direktur Utama BSI Bob T. Ananta (kiri), dan Wakil Ketua Dewas Danantara sekaligus Komisaris Utama BSI Muliaman D. Hadad (kanan) pada acara BSI Global Islamic Finance Summit (GIFS) 2025 di Jakarta, Selasa (29/4/2025). (Investor Daily/Nida Sahara)

Dia mengatakan, saat ini struktur GDP Indonesia masih didominasi oleh konsumsi domestik dalam negeri dengan persentase sekitar 53%-54%. Dengan kolaborasi semua sektor, termasuk peran ekonomi syariah, harapannya menjadi semakin besar.

“Jadi kalau kita lihat strukturnya, kita ingin mencoba mendalami peran dari ekonomi syariah di Indonesia ini sebetulnya terutama di domestic consumption hal ini yang justru akan meningkatkan peran dari ekonomi syariah di Indonesia. Sehingga mendukung target pertumbuhan ekonomi pada 2029 untuk mencapai 8%,” ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM itu.

BSI, lanjut Rosan kini telah menjadi bagian dari Danantara. Sinergi tersebut diharapkan mempercepat penguatan sektor ekonomi syariah nasional.

"Tentunya karena sekarang BSI ini sudah menjadi bagian dari Danantara, sehingga kami harapkan nanti bagaimana BSI ini bisa bergerak sama dengan perbankan konvensional lainnya. Dalam hal pengembangan syariah juga gitu ya dan ini bisa kita kerja samakan juga nanti dengan financial syariah di bidang-bidang lainnya," kata Rosan.

ADVERTISEMENT

Dengan masuknya BSI ke dalam Danantara, pengembangan layanan keuangan syariah dapat lebih terintegrasi dan dipercepat.

"Di dalam kan BUMN ini banyak program-program syariah lainnya yang bisa dikerjasamakan. Karena kan ada insurance itu bisa dikerjasamakan, di distribusinya dengan perbankan juga. Kemudian ada capital market mungkin selama ini yang masih belum bisa, belum bergabung lebih besar, itu bisa kita kerjasamakan kita duduk bareng bagaimana ini bisa dikerjasamakan," beber Rosan.

Dia menyebutkan, sinergi antara BSI, Danantara, dan BUMN lain ke depannya akan difokuskan pada perluasan inklusi keuangan syariah, penguatan jaringan distribusi, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor syariah. 

"Ini harus kita tingkatkan di semua sektor yang berhubungan dengan penguatan ekonomi syariah termasuk juga dalam bidang pengembangan dunia usahanya, misalnya di retail dan lain-lainnya," pungkas dia.

Editor: Nida Sahara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia