Jumat, 15 Mei 2026

Tarif Trump Sulut Risiko Penurunan Premi hingga Peningkatan Klaim Asuransi

Penulis : Prisma Ardianto
29 Mei 2025 | 16:49 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Istimewa)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Istimewa)

JAKARTA, investor.id – IFG Progress dalam riset terbarunya menyatakan bahwa penetapan tarif tinggi oleh Presiden Amerika (AS) Donald Trump ke banyak negara menimbulkan ketidakpastian sehingga meningkatkan risiko bagi sektor perasuransian. Asuransi akan menghadapi risiko penurunan premi, peningkatan klaim, dan tekanan pada hasil investasi.

Riset yang dimaksud dituangkan oleh Tim IFG Progress yaitu Ibrahim Kholilul Rohman, Ezra Pradipta Hafidh, Rosi Melati, Nada Serpina, dan Kleovan Nathanael Gunawan dengan judul Mapping Trump’s Tariff Policy Impact on Indonesia’s Insurance Sector. Menurut IFG Progress, rencana kebijakan tarif tinggi yang akan diterapkan oleh Trump telah memicu ketidakpastian ekonomi global dan menekan ekspor utama Indonesia.

“Kondisi ini berpotensi berdampak pada industri asuransi,” ungkap IFG Progress seperti dikutip pada Kamis (29/5/2025).

ADVERTISEMENT

Terdapat sejumlah sektor dengan hubungan langsung dengan jasa asuransi diperkirakan kena tekanan signifikan atas risiko tarif tinggi tersebut, yaitu

Selanjutnya, tarif tinggi Trump diperkirakan memberi tekanan signifikan ke sejumlah sektor yang berhubungan dengan jasa asuransi, seperti: perbankan; perdagangan besar dan eceran – reparasi mobil dan motor; industri pengolahan; pertambangan dan penggalian; informasi dan komunikasi; real estate; serta transportasi dan pergudangan.

Tekanan ke sejumlah sektor itu yang selanjutnya akan berpotensi menekan kinerja lini bisnis asuransi. Misalnya, tekanan pada sektor perbankan berdampak pada lini bisnis asuransi kredit melalui penurunan premi dan kenaikan potensi klaim gagal bayar.

Sektor perdagangan kendaraan bermotor dan industri pengolahan menurunkan permintaan terhadap asuransi kendaraan bermotor dan marine cargo. Tekanan ke sektor pertambangan yang mengurangi aktivitas operasional termasuk utilisasi alat berat. Lalu akan berimplikasi pada pendapatan asuransi rekayasa dan asuransi kendaraan, serta meningkatkan risiko klaim.

Kemudian pada sektor informasi dan komunikasi juga berpotensi akan terdampak, terutama melalui penundaan proyek infrastruktur dan peluncuran satelit. Pada gilirannya, dapat menyebabkan penurunan permintaan terhadap asuransi properti dan satelit.

Sektor real estate, transportasi dan pergudangan juga mengalami tekanan yang akan berdampak pada lini bisnis properti, suretyship, liability, dan marine cargo. Dari sisi asuransi jiwa, tekanan daya beli dan volatilitas pasar keuangan dapat menurunkan premi dan hasil investasi.

“Secara keseluruhan, industri asuransi menghadapi risiko penurunan premi, peningkatan klaim, dan tekanan pada hasil investasi akibat ketidakpastian yang ditimbulkan oleh kebijakan tarif Trump tersebut,” jelas IFG Progress.

Kebijakan tarif AS memang tidak memberi dampak langsung ke industri perasuransian Indonesia, apalagi pasar asuransi domestik punya tingkat penetrasi yang relatif rendah. Namun demikian, tekanan eksternal seperti kebijakan tarif itu patut untuk tetap diwaspadai.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 49 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia