Jumat, 15 Mei 2026

Pembiayaan Koperasi Merah Putih Tak akan Seragam, Tergantung Verifikasi Bank

Penulis : Prisma Ardianto
11 Jun 2025 | 19:15 WIB
BAGIKAN
Foto ilustrasi. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyampaikan paparannya di hadapan para kelapa desa saat Rapat Koordinasi Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih di Jambi, Rabu (28/5/2025). (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)
Foto ilustrasi. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyampaikan paparannya di hadapan para kelapa desa saat Rapat Koordinasi Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih di Jambi, Rabu (28/5/2025). (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

BENGKULU, investor.id – Setiap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan mendapatkan plafon pembiayaan dari bank Himbara senilai Rp 3 miliar. Namun nilai pembiayaan hanya akan cair sesuai dengan potensi dan kebutuhan dari masing-masing Koperasi Merah Putih.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyampaikan, setiap Koperasi Merah Putih mendapat plafon pembiayaan yang sama dari perbankan. Namun setiap dana yang dikucurkan kepada setiap koperasi tidak akan sama, lantaran bergantung hasil verifikasi pihak bank atas usaha yang diusulkan pengurus.

“Jadi plafonnya itu memang Rp 3 miliar. Jadi ini tidak ada penyeragaman antara Koperasi Desa Merah Putih, itu tergantung potensi dan kebutuhan sesuai dengan peruntukannya. Kira-kira begitu,” ungkap Menteri Yandri di Bengkulu, Rabu (11/6/2025), seperti dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

Mendes Yandri mencontohkan Koperasi Merah Putih yang berada di Desa Palaksiring, Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan. Dalam hal ini, pihak pengurus koperasi mengusulkan pembiayaan bisnis pupuk dengan anggaran kebutuhan Rp 500 juta.

Kemudian, tentu pihak bank tentu akan melakukan verifikasi, termasuk menimbang jumlah petani, luas lahan, serapan, dan lainnya. Dalam perjalannya, pihak bank menemukan bahwa pembiayaan yang sebenarnya dibutuhkan tidak sampai dengan Rp 500 juta. Maka, dana yang akan dikucurkan sebagai pembiayaan akan menyesuaikan dengan kebutuhan riil hasil verifikasi.

“Kami butuh duit sekian, untuk usaha pupuk misalnya, diverifikasi sama bank, mengusulkan Rp 500 juta. Ternyata hanya butuh Rp 200 juta. Jadi diverifikasi, dipastikan benar atau tidak, baru dikasih pinjaman tanpa agunan,” kata Menteri Yandri.

Oleh karena itu, dia meminta daerah mulai memetakan jenis bisnis yang akan dibangun desa dan dikelola lewat program Koperasi Merah Putih.

“Maka nanti, termasuk di Bengkulu, kita minta kepada gubernur dan bupati, wali kota untuk memetakan jenis bisnis yang akan diusulkan ke pemodal, dalam hal ini bank Himbara, nanti akan dikeluarkan bantuan modal tanpa agunan. Kira-kira begitu skema Koperasi Desa Merah Putih,” ucap Yandri Susanto.

Setiap desa diharapkan dapat benar-benar menggali potensi jenis usaha yang akan mereka kembangkan. Karena jika usaha potensial bisa dikembangkan lebih lanjut, maka usaha itu akan menstimulasi, menggerakkan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, sehingga desa pun akan semakin maju.

“Apakah di desa itu perlu sembako, perlu gas elpiji, atau usaha lain. Misalkan mungkin fokus kepada usaha peternakan ayam atau perikanan, juga boleh atau jenis usaha lainnya. Jadi silakan nanti masing-masing Koperasi Desa Merah Putih (memetakan unit usaha di desa),” tandas Menteri Yandri.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 49 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia