Jumat, 15 Mei 2026

ICoFR Perkuat Tata Kelola Perusahaan Asuransi

Penulis : Harso Kurniawan
3 Aug 2025 | 18:57 WIB
BAGIKAN
Sharing session asuransi yang didukung Tugure. (ist)
Sharing session asuransi yang didukung Tugure. (ist)

JAKARTA, Investor.id – Penerapan internal control over financial reporting (ICoFR) diyakini dapat memperkuat tata kelola perusahaan asuransi. Hal ini sudah diterapkan oleh industri perbankan.

Hal ini mencuat dalam kegiatan sharing session yang diselenggarakan oleh Indonesian Risk Management Professional Association (Irmapa), dengan dihadiri oleh perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan didukung PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure). Partisipasi Tugure di acara ini adalah bentuk komitmen perusahaan dalam mendorong peningkatan literasi tata kelola dan integritas laporan keuangan di industri jasa keuangan.

Perwakilan Irmapa Cipto Hartono menyampaikan apresiasi atas dukungan Tugure dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Dia menekankan, kegiatan seperti ini menjadi wadah strategis dalam meningkatkan kompetensi profesional di bidang manajemen risiko.

ADVERTISEMENT

“Kami mendorong peningkatan literasi melalui berbagai kanal seperti media sosial dan forum rutin seperti round table meeting. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Irmapa dalam membangun kolaborasi lintas sektor,” ujar dia, dikutip Minggu (3/8/2025).

Menurut dia, salah satu topik utama yang dibahas dalam forum ini adalah penerapan konsep ICoFR yang sebelumnya telah diimplementasikan di sektor perbankan dan kini tengah dipersiapkan untuk diadopsi secara lebih luas di sektor non-bank mulai tahun depan.

Direktur Operasional Tugure Erwin Basri dalam sambutannya menyampaikan antusiasme atas kolaborasi yang terjalin dengan Irmapa serta apresiasi terhadap kehadiran para narasumber dan peserta. Penerapan ICoFR tidak hanya mendorong penguatan tata kelola dan akuntabilitas perusahaan, tetapi juga menjadi langkah penting dalam memenuhi ketentuan regulasi yang berlaku, termasuk implementasi IFRS dan pemenuhan ekuitas hingga tahun 2028.

“Tugure siap menjadi bagian dari inisiatif strategis ini,” ungkap dia.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Departemen Manajemen Risiko dan Pengendalian Kualitas OJK Ahmad Fuad menekankan pentingnya menjaga integritas laporan keuangan di tengah tantangan tata kelola di Indonesia. ICoFR hadir sebagai jawaban atas kebutuhan akan penguatan pengendalian internal dan pencegahan praktik manipulasi laporan keuangan.

“Keberhasilannya sangat bergantung pada sinergi antara perusahaan sebagai first line, asosiasi profesional sebagai second line, dan regulator sebagai third line,” jelas dia. Diskusi ini dipandu oleh Kepala Divisi Kepatuhan Tugure Mulia Hizki Simanjuntakyang berperan sebagai moderator.

Tugere berharap kegiatan ini diharapkan menjadi katalisator bagi kolaborasi yang lebih luas dalam membangun budaya integritas dan tata kelola yang baik di industri jasa keuangan Indonesia.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia