Jumat, 15 Mei 2026

Kredit Properti Melambat 9 Bulan Berturut-Turut

Penulis : Prisma Ardianto
3 Aug 2025 | 20:13 WIB
BAGIKAN
Sejumlah alat berat menyelesaikan pembangunan gedung bertingkat di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Sejumlah alat berat menyelesaikan pembangunan gedung bertingkat di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

JAKARTA, investor.id – Penyaluran kredit ke sektor properti tumbuh sebesar 8,12% year on year (yoy) hingga Juni 2025. Angka tersebut menandai perlambatan bagi kinerja kredit properti selama sembilan bulan berturut-turut sejak tumbuh tinggi pada medio 2024.

Mengacu data Bank Indonesia (BI) pada Minggu (3/8/2025), kredit properti yang disalurkan perbankan pada Juni 2025 mencapai Rp 980,87 triliun. Nilai kredit properti itu masih mampu bertumbuh positif sebesar 8,12% yoy dibandingkan realisasi pada Juni 2024 yang sebesar Rp 907,23 triliun.

Namun demikian, perkembangan kredit properti menunjukkan adanya pelemahan sejak tumbuh tinggi pada Agustus 2024 sebesar 11,95% yoy. Sejak saat itu hingga Juni 2025, pertumbuhan kredit selalu tercatat lebih rendah sehingga mencerminkan adanya perlambatan pertumbuhan selama sembilan bulan berturut-turut.

Secara rinci, kredit pemilikan rumah (KPR) rumah tapak dengan tipe >70 m² masih menopang dengan pertumbuhan 10,17% yoy dengan nominal Rp 233,99 triliun pada Juni 2025. Di segmen ini, pertumbuhan kredit pernah dicatatkan sampai dengan 20,00% pada Juni 2024 lalu.

ADVERTISEMENT

Kemudian untuk segmen KPR rumah tapak tipe 22 s/d 70 m² mencatat nilai kredit terbesar yaitu mencapai Rp 484,52 triliun, berikut pertumbuhan sebesar 8,49% yoy. Tetapi, kinerja KPR tipe ini juga mengalami perlambatan yang dimulai sejak akhir tahun lalu hingga saat ini.

Sementara kredit rumah susun hanya mampu meningkat 5,23% yoy menjadi Rp 37,51 triliun, dengan pertumbuhan tertinggi dicatatkan dari tipe rumah susun <21 m². Di sisi lain, kredit ruko/rukan masih tumbuh di level tinggi meskipun di saat sama juga punya kecenderungan melambat menjadi sebesar 27,16% yoy menjadi Rp 46,04 triliun.

Di samping itu secara kualitas, seluruh kredit macet untuk sektor properti masih dalam rentang yang memadai. Rasio non-performing loan (NPL) untuk kredit properti tercatat sebesar 3,19% pada Juni 2025. Tren NPL di sektor properti mengindikasikan adanya perbaikan jika dibandingkan bulan sebelumnya.

Dengan rincian, KPR rumah tapak mencatat NPL 3,07%; KPR rumah susun NPL sebesar 3,43%; dan kredit ruko/rukan NPL sebesar 4,10% pada Juni 2025.

Masih dalam kelompok kredit properti yaitu kredit ke sektor konstruksi. Khusus di segmen ini, penyaluran kredit bahkan tercatat turun 6,32% yoy menjadi Rp 35,83 triliun. Kredit macet di sektor properti juga terbilang tinggi dengan rasio NPL sebesar 7,52% pada Juni 2025, kendati berhasil diperbaiki menjadi lebih rendah dibandingkan setahun lalu yang sebesar 10,12%.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 16 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 48 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 59 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia