Jumat, 15 Mei 2026

Pentingnya Asuransi Jiwa Syariah di Tengah Ketidakpastian

Penulis : Heru Febrianto
11 Aug 2025 | 20:00 WIB
BAGIKAN
Pentingnya mempersiapkan asuransi jiwa syariah diketidakpastian kondisi ekonomi. (Foto Ist)
Pentingnya mempersiapkan asuransi jiwa syariah diketidakpastian kondisi ekonomi. (Foto Ist)

JAKARTA, investor.id – Bagi orang tua, salah satu bentuk ‘investasi terbesar’ adalah pendidikan. Meski demikian, rata-rata kenaikan biaya sekolah dasar (SD) mencapai 12,6% per tahun dalam rentang 2018–2024. Di saat yang sama, kenaikan gaji orang tua hanya sekitar 2,6% per tahun. Artinya, kenaikan biaya pendidikan anak hampir 5x lebih cepat daripada pertumbuhan penghasilan.

Selain memastikan kebutuhan jangka pendek terpenuhi, banyak orang tua juga mulai memikirkan kebutuhan jangka panjang, misalnya membelikan aset seperti rumah agar kelak anak tetap memiliki tempat tinggal yang layak dan nyaman, tanpa harus terbebani biaya yang kian tinggi di masa depan.

Walau demikian, terjadi kenaikan yang signifikan pada harga properti yang tercermin dari Indeks Harga Properti Perumahan (IHPP) yang mengalami peningkatan menjadi 110,9% di tahun 2025, dari 102,11% pada 2021. Nilai properti yang terus naik ini akan membuat pembelian properti untuk anak semakin sulit diakses jika tidak direncanakan dari jauh hari.

ADVERTISEMENT

Tak hanya biaya pendidikan dan properti, biaya-biaya terkait gaya hidup juga terus membumbung. Misalnya untuk liburan, yang telah menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hidup keluarga.

Contoh termudahnya adalah harga tiket pesawat yang melambung seperti tiket pesawat pulang-pergi Jakarta–Singapura yang semula sekitar Rp 4 juta di tahun 2022 naik menjadi Rp 6 juta di 2025. Sementara tiket Jakarta–Jepang naik dari Rp 6,8 juta menjadi Rp 13 juta dalam periode yang sama. Bahkan biaya untuk ibadah seperti umrah pun mengalami kenaikan, dari Rp 29 juta pada 2022 menjadi sekitar Rp 34 juta pada 2024.

Jika tren ini berlanjut, maka nilai uang yang kita siapkan hari ini bisa kehilangan separuh kekuatannya dalam beberapa tahun mendatang, dan kekuatan daya beli kamu akan berkurang. Tabungan yang terasa cukup saat ini, belum tentu mampu mengimbangi naiknya kebutuhan anak dan keluarga di masa mendatang.

Ketika bicara soal mempersiapkan masa depan, sebagian besar dari kita mungkin langsung terpikir tentang menabung, menyekolahkan anak setinggi-tingginya, atau memiliki aset seperti rumah. Tapi hidup sering berjalan tidak sesuai rencana. Musibah, kehilangan penghasilan, atau bahkan kepergian kita sendiri bisa datang tanpa aba-aba dan saat ketidakpastian itu terjadi, tidak semua dari kita siap.

Sebagai orang tua, kita tentu ingin meninggalkan hadiah yang bukan sekadar harta, tapi juga rasa aman. Supaya anak tetap bisa melanjutkan hidup dengan layak, menyelesaikan sekolah, bahkan punya tempat berpijak di masa depan, meskipun kita sudah tidak lagi ada di samping mereka.

Sayangnya, banyak yang masih merasa persiapan seperti ini bisa ditunda, padahal justru waktu adalah aset terbesar kita selama masih ada kesempatan.

Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama menjelaskan bagi Prudential Syariah, mempersiapkan masa depan keluarga bukan hanya tentang apa hadiah yang kelak kita tinggalkan, tetapi memastikan hadiah yang kita siapkan hari ini tetap bernilai bahkan bertumbuh di tengah inflasi dan ketidakpastian.

“Kehadiran kita saat ini adalah hadiah berharga bagi keluarga, namun karena risiko hidup bisa datang kapan saja, penting menyiapkan perlindungan sejak dini yang mampu menjaga nilai dan tumbuh seiring waktu, agar apa yang kita upayakan hari ini tetap memberi arti bagi orang-orang tersayang, bahkan setelah kita tiada,” kata Vivin di Jakarta, Senin (11/8/2025).

Dengan asuransi jiwa syariah, kita dapat mempersiapkan jaring pengaman bagi keluarga ketika mereka sangat membutuhkannya, di saat kita sudah tiada. Mempersiapkan peninggalan lebih awal menjadi hadiah terbaik yang bisa kita berikan, bukan untuk hari ini saja, tapi untuk selamanya.

Tanpa perencanaan yang tepat, nilai uang yang hari ini kita kumpulkan bisa menyusut dimakan inflasi. Tabungan yang terasa cukup sekarang, belum tentu bisa mencukupi kebutuhan anak kita 5–10 tahun ke depan. Di sinilah pentingnya memiliki solusi yang tidak hanya tersimpan, tapi juga bisa bertambah nilainya seiring waktu, sehingga apa yang kita siapkan hari ini tetap berarti ketika waktunya tiba.

Editor: Heru Febrianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia