Jumat, 15 Mei 2026

Purbaya Desak BRI Cs untuk Segera Salurkan Dana Rp 200 Triliun ke Sektor Riil

Penulis : Arnoldus Kristianus
16 Sep 2025 | 12:59 WIB
BAGIKAN
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan terkait program paket ekonomi usai rapat koorddinasi dengan Presiden Prabowo Subianto di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/9/2025). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan terkait program paket ekonomi usai rapat koorddinasi dengan Presiden Prabowo Subianto di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/9/2025). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

JAKARTA,investor.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadhewa menghimbau perbankan untuk segera menyalurkan dana Rp 200 triliun ke masyarakat dalam bentuk kredit. Dengan harapan dana tersebut dapat menjadi bahan bakar baru untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pada dasarnya saya suruh mereka berpikir sendiri. Mereka (direktur bank) orang-orang pinter, cuman selama ini malas karena bisa naruh di tempat yang aman, nggak ngapain-ngapain, dapat spread cukup, untung yang gede. Jadi mereka setiap Sabtu- Minggu main golf, sekarang dengan uang itu mereka berpikir,” ucap Purbaya di Jakarta pada Selasa (16/9/2025).

Adapun dana sebesar Rp 200 triliun ini disalurkan terhadap empat bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara ) dan satu bank syariah. Bila dirinci dana sebesar Rp 200 triliun terbagi untuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp 55 triliun; PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp 55  triliun;  PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar Rp 55 triliun; PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebesar Rp 25 triliun; dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk sebesar Rp 10 triliun.

ADVERTISEMENT

Purbaya menegaskan bank harus segera menyalurkan dana tersebut untuk proyek yang memiliki efek pengganda besar ke perekonomian. Bank tidak boleh menyimpan dana tersebut terlalu sebab pemerintah akan mengenakan bunga.

Dalam  Keputusan Menteri Keuangan  Nomor 276 Tahun 2025 bahwa  terhadap penempatan uang negara kepada bank mitra  dikenakan tingkat bunga/imbal hasil sebesar 80,476% dari suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate) untuk rekening. Saat ini BI-Rate sebesar 5% maka bunga untuk penempatan dana adalah  4,0238%.

“Seharusnya market base ya. Mereka akan mencari proyek-proyek yang memberikan return paling tinggi dan yang paling aman dulu. Jadi ini multiplier dari injeksi uang dari kita ke sistem perekonomian. Dan ingat itu bukan dalam bentuk pinjaman dan lain-lain. Itu seperti anda aja naruh uang anda di rekening bank seperti checking account atau giro,” tutur Purbaya.

Menurut Purbaya, untuk memacu penyaluran dana tersebut maka perbankan harus segera  menurunkan suku bunga kredit. Imbasnya pengusaha dapat lebih mudah mengajukan kredit sebab tidak dikenakan bunga tinggi. Dengan likuiditas yang ada bank harus menyalurkan dana tersebut ke masyarakat.

“Jadi saya injek (uang) di titik-titik tertentu, dia akan menyebar ke sistem dengan cepat. Ini akan menimbulkan,  bank-bank yang tadinya susah dapat duit sekarang dapat duit banyak, pasti dia akan menyalurkan lagi,” tegas Purbaya.

Editor: Arnoldus Kristianus

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia