ILO Dorong Inklusi Keuangan untuk Sektor Informal Lewat PROMISE II IMPACT
JAKARTA, investor.id - Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menekankan komitmennya mendorong peningkatan akses terhadap layanan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan untuk pelaku usaha di sektor informal, guna membantu memperkuat kualitas pekerjaannya, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperluas skala dan keberlanjutan usahanya.
Sebagai implementasi dari komitmen tersebut, ILO mempromosikan Usaha UKM melalui Peningkatan Akses Wirausaha terhadap Jasa Keuangan Tahap 2 (PROMISE II IMPACT) yang mendukung tiga ekosistem rantai nilai, yakni minyak nilam di Aceh, susu sapi di Jawa Barat, dan rumput laut di Sumba Timur.
Diketahui, minyak nilam merupakan bahan baku penting dalam industri parfum, kosmetik, dan produk perawatan kulit, dengan potensi nilai tambah yang besar bagi petani lokal. Kemudian di Jawa Barat, penguatan industri susu sapi tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas dan produktivitas, tetapi juga memenuhi tingginya kebutuhan domestik.
Adapun industri rumput laut di Sumba yang dikembangkan sebagai komoditas unggulan berorientasi ekspor yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan pelaku usaha di daerah pesisir.
“Kunci utama peningkatan pendapatan petani dan pelaku usaha terletak pada peningkatan hasil serta kualitas produksi. Namun, upaya tersebut harus ditopang oleh akses pembiayaan yang memadai. Tanpa dukungan kredit dan layanan keuangan formal, pelaku usaha akan menghadapi keterbatasan dalam meningkatkan kapasitas dan memperluas skala usahanya," kata Project Manager PROMISE II IMPACT ILO, Djauhari Sitorus dalam keterangannya, dikutip Senin (16/2/2026).
Untuk itu, ILO melakukan kemitraan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam pemanfaatan data dan teknologi guna membuka akses pembiayaan (unlocking access), khususnya bagi petani dan peternak sapi.
ILO mengungkapkan, di wilayah Pangalengan, pihaknya memberikan dukungan melalui sistem pencatatan digital setoran susu serta fasilitasi akses kredit dari BPR. Melalui pendekatan ini, peternak yang memiliki rekam jejak produksi yang terdokumentasi dapat memperoleh pembiayaan untuk membeli sapi baru dan merekrut tenaga kerja tambahan.
Pendekatan tersebut tidak hanya mendorong peningkatan skala usaha, tetapi juga memperluas penyerapan tenaga kerja serta memperkuat inklusivitas ekonomi di tingkat komunitas.
PROMISE II IMPACT Diharapkan dapat Membantu Ciptakan Lapangan Kerja
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

