Kamis, 14 Mei 2026

Bank Muamalat Bidik Pembiayaan UKM Naik 30%

Penulis : Nida Sahara
12 Mei 2026 | 22:15 WIB
BAGIKAN
Head of SME Financing Business Bank Muamalat Indonesia, Eryk Lufiat (kiri) memberikan penjelasan kepada nasabah tentang pembiayaan SME Bank Muamalat di Jakarta, Selasa (12/5/2026). (ist)
Head of SME Financing Business Bank Muamalat Indonesia, Eryk Lufiat (kiri) memberikan penjelasan kepada nasabah tentang pembiayaan SME Bank Muamalat di Jakarta, Selasa (12/5/2026). (ist)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk terus memacu pertumbuhan pembiayaan ke usaha kecil dan menengah (UKM) seiring dengan fokus bisnis perseroan di segmen retail.

Hingga Desember 2025, outstanding pembiayaan small medium enterprise (SME) yang telah disalurkan Bank Muamalat nilainya mencapai Rp2,9 triliun, tumbuh 24% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi menyatakan, SME merupakan sektor yang sangat prospektif untuk dikembangkan karena memiliki peran krusial sebagai penopang stabilitas ekonomi nasional. Selain itu, sektor ini juga mempunyai manajemen atau penyebaran risiko yang baik. 

ADVERTISEMENT

“Untuk itu, Bank Muamalat terus berupaya memperluas jangkauan pembiayaan SME ke nasabah. Salah satunya dengan mengoptimalkan jaringan kantor yang dimiliki dan digitalisasi untuk kecepatan proses pembiayaan,” ungkap Ricky dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).

Ricky menjabarkan, saat ini Bank Muamalat memiliki 224 kantor cabang (termasuk 1 kantor cabang di Kuala Lumpur, Malaysia). Selain optimalisasi jaringan kantor, bank pertama murni syariah di Indonesia ini juga menyiapkan produk pembiayaan syariah yang relevan dengan kebutuhan nasabah. 

Digitalisasi proses pembiayaan mendapat perhatian serius Bank Muamalat guna meningkatkan aksesibilitas calon nasabah di berbagai daerah, khususnya yang belum tersentuh layanan kantor cabang.

“Kami turut memberikan margin yang kompetitif untuk memastikan keberlangsungan usaha di tengah persaingan pasar,” jelas Ricky.

Dari sisi kualitas aset, Bank Muamalat berkomitmen menjaga rasio NPF pada level yang sesuai dengan ketentuan regulator. Per akhir 2025, rasio NPF di sektor SME hanya tercatat 0,07%.

Pionir bank syariah di Tanah Air ini fokus pada kualitas portofolio yang sehat sesuai dengan risk appetite yang acceptable. Dengan sektor yang menjadi fokus penyaluran pembiayaan SME di Bank Muamalat yakni pendidikan, haji dan umrah, serta kesehatan.

Target

Editor: Nida Sahara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 6 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 36 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 47 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia