Jumat, 15 Mei 2026

Tarif AS Naik, Momentum Indonesia Jadi Hub Rantai Pasok

Penulis : Thresa Sandra Desfika
3 Apr 2025 | 17:22 WIB
BAGIKAN
Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, belum lama ini. (Ilustrasi: ANTARA FOTO/Fauzan/tom)
Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, belum lama ini. (Ilustrasi: ANTARA FOTO/Fauzan/tom)

Namun, di balik tantangan tersebut, menurut Yukki, ada peluang besar bagi Indonesia, khususnya dalam bisnis logistik dan supply chain (rantai pasok). Dengan tingginya tarif yang dikenakan AS kepada negara-negara di kawasan Asia Tenggara, terutama Vietnam, Indonesia dapat menjadi destinasi baru bagi aliran suplai yang sebelumnya mengalir melalui Vietnam. 

“Sebagai contoh, produk-produk dari Vietnam yang dikenakan tarif lebih tinggi seperti elektronik, tekstil, sepatu, dan furnitur, dapat beralih ke Indonesia. Hal ini membuka kesempatan bagi Indonesia untuk menjadi hub rantai pasok yang lebih efisien bagi negara-negara yang terpengaruh kebijakan AS,” jelas Yukki.

Dia meminta pemerintah pemerintah perlu segera bertindak dengan memanfaatkan momentum ini. “Upaya yang perlu dilakukan termasuk memperbaiki kemudahan berusaha, mulai dari perizinan hingga logistik dan infrastruktur,” paparnya. 

ADVERTISEMENT

Selain itu, penting untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif, termasuk dengan memberantas pungutan liar (pungli), agar Indonesia bisa menangkap peluang dari relokasi usaha perusahaan-perusahaan yang terkena tarif lebih tinggi, seperti yang terjadi di Vietnam, Laos, Kamboja, bahkan Thailand.

"Dengan langkah-langkah strategis tersebut, Indonesia memiliki potensi untuk memperkuat posisinya di pasar global, memanfaatkan pergeseran rantai pasok global, dan mengoptimalkan peluang yang ditawarkan oleh kebijakan tarif impor baru AS," ungkap Yukki.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia