Jumat, 15 Mei 2026

Putin Berencana Hadir di KTT G20 Bali, Kata Dubes Rusia

Penulis : Grace El Dora
23 Mar 2022 | 16:34 WIB
BAGIKAN
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva. (FOTO: REUTERS)
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva. (FOTO: REUTERS)

JAKARTA, investor.id – Presiden Rusia Vladimir Putin bermaksud untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 di Indonesia akhir tahun ini, kata Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Jakarta Lyudmila Vorobieva pada Rabu (23/3). Ia menolak pernyataan beberapa anggota G20 bahwa negara tersebut mungkin akan dilarang dari kelompok tersebut.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan sekutu Barat menilai apakah Rusia harus tetap berada dalam G20 ekonomi utama setelah serangan ke Ukraina, ujar sumber yang terlibat dalam diskusi tersebut.

Tetapi, menurut sumber tersebut, setiap tawaran untuk mengecualikan Rusia kemungkinan akan diveto oleh negara lain dalam kelompok itu. Ini akan meningkatkan prospek bahwa beberapa negara mungkin melewatkan pertemuan G20.

ADVERTISEMENT

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, yang saat ini menjabat sebagai ketua bergilir G20, mengatakan bahwa Putin bermaksud melakukan perjalanan ke pulau resor Bali untuk KTT yang dijadwalkan November 2022.

“Itu akan tergantung pada banyak hal, termasuk situasi Covid-19, yang semakin baik. Sejauh ini, niatnya adalah ... dia ingin (hadir),” kata Vorobieva dalam konferensi pers, Rabu.

Ia juga sempat ditanya tentang rumor Rusia dapat dikeluarkan dari G20, namun Vorobieva mengatakan itu adalah forum untuk membahas masalah ekonomi dan bukan krisis seperti Ukraina.

“Tentu saja pengusiran Rusia dari forum semacam ini tidak akan membantu menyelesaikan masalah ekonomi ini. Sebaliknya, tanpa Rusia, akan sulit untuk melakukannya,” jawabnya.

Kementerian Luar Negeri RI menolak mengomentari seruan agar Rusia dikeluarkan dari G20.

Harapan Pada Pemerintah Indonesia

Pemerintah Rusia melancarkan serangan ke tetangga selatannya, Ukraina, pada 24 Februari 2022. Putin mengatakan pemerintah sedang melakukan ‘operasi militer khusus’ untuk menghentikan pemerintah Ukraina melakukan genosida. Barat menyebut tuduhan ini sebagai rekayasa tak berdasar.

Vorobieva mendesak pemerintah Indonesia untuk tidak terombang-ambing oleh tekanan dari negara-negara Barat.

“Kami sangat berharap pemerintah Indonesia tidak akan menyerah pada tekanan mengerikan yang sedang diterapkan tidak hanya ke Indonesia, tetapi begitu banyak negara lain di dunia oleh Barat,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa pemerintah Rusia secara aktif mengambil bagian dalam semua pertemuan G20.

Rusia menghadapi serangan sanksi internasional yang dipimpin oleh negara-negara Barat, bertujuan untuk mengisolasinya dari ekonomi global. Rusia juga kini terpisah dari sistem pengiriman pesan bank global SWIFT dan transaksi bank sentralnya dibatasi.

Bukan Prioritas Sekarang

Pada Selasa (22/3), pemerintah Polandia mengatakan telah menyarankan kepada pejabat perdagangan AS untuk menggantikan Rusia dalam kelompok G20 dan bahwa saran tersebut telah menerima tanggapan positif.

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan bahwa anggota G20 harus memutuskan, tetapi masalah itu bukan menjadi prioritas sekarang.

“Ketika sampai pada pertanyaan tentang bagaimana melanjutkan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan G20, sangat penting untuk mendiskusikan pertanyaan ini dengan negara-negara yang terlibat dan tidak memutuskan secara individual,” kata Scholz.

“Cukup jelas bahwa kita sibuk dengan hal lain selain berkumpul dalam pertemuan semacam itu. Kita sangat membutuhkan gencatan senjata,” lanjutnya.

Sebuah sumber Uni Eropa (UE) secara terpisah mengkonfirmasi diskusi tentang status Rusia pada pertemuan G20.

“Sudah sangat jelas bagi Indonesia bahwa kehadiran Rusia pada pertemuan tingkat menteri yang akan datang akan sangat bermasalah bagi negara-negara Eropa,” kata sumber tersebut. Bagaimanapun, tidak ada proses yang jelas untuk mengecualikan suatu negara.

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Sentral Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan pada Senin (21/3) bahwa posisi pemerintah netral. Pemerintah RI akan memanfaatkan kepemimpinan G20 untuk mencoba menyelesaikan masalah, katanya, tetapi dikatakan bahwa Rusia memiliki komitmen kuat untuk hadir dan anggota lain tidak dapat melarangnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia