Operator Jalan Tol Terbesar Filipina Siap IPO US$ 500 Juta
SINGAPURA, investor.id – Metro Pacific Tollways Corp., pengembang dan operator jalan tol terbesar di Filipina, dapat mengumpulkan US$ 500 juta dari rencana penawaran umum perdana (IPO) di bursa lokal. Laporan tersebut dari dua sumber yang dekat dengan masalah tersebut, dilansir dari Reuters.
Presiden dan CEO Metro Pacific Tollways Rodrigo Franco menolak berkomentar mengenai rincian keuangan IPO, tetapi mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk mencatatkan perusahaan tersebut pada akhir 2023 atau 2024.
Pencatatan (listing) Metro Pacific Tollways, di mana First Pacific Co. Ltd. Hong Kong memiliki saham 43,9%, dapat membuat valuasi perusahaan menjadi lebih dari US$ 2 miliar, kata sumber tersebut. Namun ia menolak namanya disebutkan karena rincian IPO bersifat rahasia.
Hasil dari IPO yang direncanakan akan digunakan untuk ekspansi di dalam negeri dan di pasar lain di Asia Tenggara, kata Franco. Ia menambahkan bahwa perusahaan belum menunjuk penasihat keuangan untuk kesepakatan itu.
Portofolio jalan tol MPTC saat ini di Filipina di antaranya Jalan Tol Luzon Utara dan Jalan Tol Subic-Clark-Tarlac, kata situs web perusahaan.
Secara regional, perusahaan memiliki investasi di Indonesia melalui PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) dan di Perusahaan Saham Gabungan CII Bridges & Roads Investment Vietnam, ditunjukkan oleh situs web tersebut.
Metro Pacific Tollways adalah bagian dari konglomerasi yang terdaftar di Manila Metro Pacific Investments Corp., yang pada gilirannya mayoritas dimiliki oleh First Pacific's Metro Pacific Holdings Inc., menurut data Refinitiv.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Tag Terpopuler
Terpopuler

