Menteri Iklim UEA: Selama Minyak dan Gas Dibutuhkan, Kami Berikan
ABU DHABI, investor.id – Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) akan terus menjadi pemasok energi dunia selama dibutuhkan, kata Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan UEA Mariam Almheiri.
“Selama dunia membutuhkan minyak dan gas, kami akan memberikannya kepada mereka,” kata Almheiri, dilansir dari CNBC pada Rabu (28/9), di sela-sela kunjungan Kanselir Jerman Olaf Scholz ke UEA.
Scholz mengunjungi kawasan Teluk selama akhir pekan, dengan fokus mengamankan pasokan bahan bakar fosil baru dan mengurangi ketergantungan Jerman pada impor energi Rusia.
Pada Minggu (25/9) pemerintah UEA menandatangani perjanjian untuk mengirimkan gas alam cair (LNG) ke Jerman, dengan pengiriman pertamanya akan tiba di akhir tahun ini.
LNG bukanlah sumber energi terbarukan, tetapi dianggap sebagai alternatif yang lebih bersih untuk minyak dan batubara.
UEA adalah salah satu produsen minyak terbesar di dunia, memproduksi rata-rata 3,2 juta barel minyak dan cairan per hari.
Investasi dalam Energi Terbarukan
Meski demikian, Almheiri menekankan pentingnya berinvestasi pada energi terbarukan.
“Kita harus berhati-hati ... karena pembahasan sedang terjadi dan ini semua tentang energi, tetapi sangat penting kita tidak kehilangan konteks pertumbuhan ekonomi, (dan) iklim juga di dalamnya,” katanya.
Mengacu pada investasi UEA dalam proyek energi terbarukan, dia kembali memberi penjelasan.
“Ini bukan hanya tentang produksi ... Anda harus melihat penyimpanannya, Anda harus melihat jaringannya, Anda harus melihat distribusinya. Ini adalah jaringan yang kompleks,” kata Almheiri.
“Sangat penting bahwa pertumbuhan ekonomi, keamanan energi, dan aksi iklim harus bekerja sama,” imbuhnya.
Dia mencontohkan Jerman, yang tahun lalu mengumumkan ambisinya untuk menghapus batubara pada 2030. Tetapi anggota parlemen mengumumkan awal bulan ini bahwa negara itu akan kembali membakar batubara untuk melewati musim dingin.
Krisis Pangan dan Air
Menteri mengatakan UEA menghadapi krisis besar lainnya, yakni krisis makanan.
“Makanan sebenarnya sama pentingnya dengan energi karena sistem pangan menyebabkan atau berkontribusi pada sepertiga dari emisi gas rumah kaca,” kata Almheiri.
Kelangkaan air adalah masalah lain bagi UEA, tambahnya.
Sebuah laporan oleh Orient Planet Research menemukan bahwa negara-negara wilayah Teluk perlu meningkatkan pasokan airnya sebesar 77% untuk memenuhi kebutuhan penduduknya dalam 30 tahun ke depan.
Almheiri menekankan pentingnya berinovasi untuk mengamankan pasokan air, melalui sumber energi terbarukan seperti tenaga surya dan kelembaban dari udara.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






